Sharing Kepanikan

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Saya masih saja membaca status yang isinya cuma bikin panik orang. Tiap hari laporan yang mati sekian, si anu mati, siapa lagi hampir mati. Status kok isinya horor melulu. Yang baca langsung pada nggak doyan makan.

Bahwa virus Corona itu berbahaya dan mematikan, memang fakta. Tapi kalau tiap hari kerjaaannya cuma sharing kepanikan tidak sehat juga.

Waspada itu nomor satu, tapi menakut-nakuti orang itu jelas tidak mendidik. Cobalah bersikap pro aktif dan tebar harapan bahwa korban virus corona ternyata bisa disembuhkan juga. Walaupun bukan berarti kita menganggap enteng.

Bahkan corona tidak termasuk 10 virus yang paling mematikan. Sekali lagi Ini bukan berarti menggampangkan. Kita tetap kudu waspada. Jaga kesehatan, jaga kebersihan, jaga kemungkinan penyebaran. Kontak sosial yang tidak darurat ditangguhkan saja dulu.

Para ulama muktamad sepakat jamaah shalat di masjid sementara ditangguhkan, termasuk Jumatan. Itu namanya realistis dan tawakkal yang benar. Jangan ikuti yang sok tawakal tanpa dasar ikhtiar. Nanti kalau sudah jadi korban, baru minta maaf. Padahal korban sudah berjatuhan.

Sambil terus berdoa dan berhusnuzhon kepada Allah. Kalau Allah mau, virus itu pasti modar. Tapi kehendak Allah itu tetap harus lewat usaha nyata, bukan hanya meringkuk berdoa.

Bagusnya kita jangan sok jadi pahlawan kesiangan yang petantang petenteng merasa kebal virus. Para shahabat di masa lalu banyak yang wafat terkena wabah.

Nabi SAW pernah diracun juga oleh yahudi, namun terselamatkan, karena beliau memuntahkan makanan yang diberi racun. Jibril memberitahu ada racun.

Sedangkan para shahabat yang ikut makan dan tidak sempat memuntahkan, mereka wafat. Itu sunnatullah. Gak mentang-mentang shahabat Nabi langsung kebal.

Usaha harus keras dan juga berdoa, keduanya seimbang. Doa yang disertai dengan harapan lebih mudah dikabulkan, dari pada doa sambil ngomel-ngomel doang.

Apalagi sambil doa sambil cari kambing hitam, tuduh sana sini. Judulnya sih doa, tapi sisipannya agenda kampanye hitam panggung politik. Doa itu yang ikhlas dan pakai hati, doa jangan tendensius, sudah susah masih aja dengki kepada orang.

Sumber : Status facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Monday, March 23, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: