Setimen Tribalisme

Oleh: Islah Bahrawi
Tribalisme telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah manusia. Selalu ada persaingan antara kelompok manusia dengan cara dan wajah yang berbeda, mulai dari terciptanya brutalitas perang hingga kesetiaan yang kuat dalam penguasaan wilayah. Pada dasarnya faktor apapun yang digiring ke dalam sentimen kesukuan, orang cenderung lebih emosional yang kadang berdampak kepada penggalangan aksi kolektif. Ini adalah prinsip kerja manusia secara genetik yang sangat primitif (pola ini terjadi masif pada zaman prasejarah) dan lebih mengarah pada kohesi sepihak.
Tribalisme adalah celah biologis yang telah lama ditunggangi oleh mereka yang mempunyai kepentingan politik. Mereka memanfaatkan ketakutan, keberanian dan insting primordial kita. Pola khasnya adalah memberi kelompok manusia lain dengan label yang berbeda. Lalu mengubahnya melalui sebuah konsep; mengolok-ngolok dan mengatakan bahwa mereka berstatus lebih rendah dari kita.
 
Sentimen Tribalisme dalam politik cenderung dilakukan oleh mereka yang mengalami kecemasan populisme dan keputus-asaan setelah seringkali gagal dalam penguasaan elektoral.
Apa yang dilakukan oleh Tengku Zulkarnaen dengan membangun hasutan disparitas suku Jawa dan Melayu, adalah upayanya untuk menciptakan permusuhan psikologis dengan batas-batas antara "kami" dan "mereka". Aksi Tengku Zulkarnaen adalah jenis kejahatan politik yang juga telah dilakukan oleh Nazi, Klu Klux Klan, Bellum Sacrum (Perang Agama) dan Dark Ages (Era Kegelapan). Tujuannya hanya ingin menciptakan kelompok virtual agar tercipta kebencian yang kuat untuk kemudian dijadikan alat perlawanan politik. Kejahatan Genosida dan perang sipil, banyak tercipta dari cara ini. Pola inilah yang menurut psikolog muslim, Arash Javanbakht, sebagai "human beast in action!" - binatang buas yang sedang beraksi!
.
Manusia yang sedang cemas dan putus asa atas ambisi besarnya, akan mengalami kekacauan cara berpikir. Logikanya melambat dan kekhawatiran datang lebih cepat. Dalam situasi kalut seperti ini, manusia biasanya akan serampangan: Pertama berbuatlah jahat, kedua baru dipikirkan dampaknya - Tengku Zulkarnaen kemungkinan mengalami situasi itu. Saya menyebutnya:"Klepon Syndrome".
 
 
Islah Bahrawi
Monday, July 27, 2020 - 21:30
Kategori Rubrik: