Setan November

Oleh: Sunardian Wirodono

 

Ini cerpan pendek. Cerpan = cerita panjang, tapi ditulis pendek saja, menghindari keluhan yang banyak kerjaan dan alasan. Cerita tentang setan. Sebut saja Setan November, bukan Mawar, karena dua alasan. Alasan pertama, kejadiannya pada bulan November, dan kedua; diduga setan ini berkelamin lelaki.

Memangnya setan berkelamin? Dari perbendaharaan makian manusia, ada sebutan; “Setan Betina”, “Setan Lelaki”. Bukankah dalam salah satu sajak penyair besar Chairil Anwar pernah ditulis; Dan setan pun bertempik? Cek puisi berjudul ‘Hampa’ yang ditulis sang binatang jalang tanggal 14 Mei 1943.

 

 

Baiklah, tak berpanjang pengantar, untuk menutupi bahwa sebetulnya cerita ini sangat mengada-ada. Karena berangkat dari kenyataan yang ada. Apakah pernah ada kenyataan yang tak ada? Ada, yaitu ketiadaan itu ketika didefinisikan jadi ada bukan? Ada barisan koor yang seperti biasanya menjawab; “Bukaaaaannnnn!”

Pada suatu malam, mobil Setan November ini menabrak tiang listerik. Menurut pengusutan pihak berwenang, karena cerita tentang setan tentu polisinya juga polisi setan. Mongsok polisi manusia ngurusi setan? Setan ‘kan urusan tuhan, secara dia diperintah untuk menggoda manusia, sepanjang hayat dikandung para ibu-ibu yang hamil.

Dalam pengusutan, diketahui bahwa tiang listerik di pinggir jalan, tiba-tiba melaju ke tengah jalan, dan menabrak mobil yang di dalamnya terdapat Setan November ini. Sekarang, tiang listerik itu sudah diamankan, setelah disita barang-barang bukti kepunyaannya.

Kenapa gerangan tiang listerik menabrak mobil yang tengah melaju? Entahlah, ini masih menjadi misteri illahi. Tapi, rumors menyebut, tiang listerik ini tak begitu happy, melihat Setan November hendak melarikan diri dari kejaran pasukan sorga. Pasukan sorga? Ya, mungkin karena setan adalah makhluk ciptaan tuhan paling konsisten menjalankan tugas, yakni menggoda manusia, sehingga menolak ajakan untuk masuk sorga.

“Tempatku di neraka, bukan sorga. Itu imbalan atas segala tugasku yang pantas,…” berkata Setan November suatu ketika, pada Iwan Abdurrachman, lelaki gunung mantan personil pendukung Trio Bimbo. Dan kemudian lahirlah lagu ‘Angin November’. Selain dinyanyikan Acil, lagu ini juga pernah dibawakan Emillia Contessa. Entah dibawakan ke mana. Bareskrim? Nggak mungkin! Pasti nggak kenal Acil dan Emillia Contessa ‘kan? Generasi kidszamannow sih, lu pade!

Akibatnya parah. Terdapat luka benjol di jidat, sebesar bakpao. Walhal, setan ini mengidap hipertensi akut, sakit ini-itu. Tak boleh stress, karena kata dokter sebagaimana disampaikan lawyernya, bisa game over. Siapa lawyer setan? Tentu sesama setan. Mongsok manusia jadi lawyer setan? Mau dibayar duit dari daun?

Kisah sejatinya, sebetulnya panjang. Tapi seperti dijelaskan di awal, ditulis pendek saja. Intinya, tiang listerik harus mempertanggungjawabkan kelakuannya. Bagaimana mungkin dia menabrak mobil yang melaju di tengah jalan? Itu sungguh tak bisa ditoleransi.

Akan halnya Setan November?

“Saya? Saya siapa? Saya lupa! Amnesia! Gegar otak!”

 

(Sumber: Facebook Sunardian W)

Friday, November 17, 2017 - 23:00
Kategori Rubrik: