Sesat Pikir Tulisan Tentang Nurul Fahmi Penista Bendera Merah Putih

Nurul Fahmi, Nurrohman Nanang, Penistaan Bendera, Melanggar UU, FPI, Habib Rizieq, Mabes Polri

Oleh : Fajar Arifin Ahmad

Tulisan asli tentang Nurul Fahmi yang membawa bendera merah putih yang disertai lafadz Tahlil berjudul SEPENGGAL KISAH NURUL FAHMI, SANG PEMBAWA BENDERA TAUHID YANG SANGAT DITAKUTI KAPOLRI dengan penulis Oleh Sopie Sophia.

Di share oleh beberapa akun termasuk Jonru di media social bahkan menyebar melalui whatsapp kemana-mana. Hanya tulisan ini didalamnya mengandung sesat pikir.

Dan pada senin (16 Jan) pun bendara ini dia bawa ketika longmarch al-azhar ke mabes polri. Sang Ibu menuturkan bahwa bang Fahmi bercerita kalau sepulang longmarch dia merasa ada orang-orang yang memotonya. Tapi dia tak berpikir macam-macam.

:Bukankah video maupun foto bendera tersebut yang tersebar di social media diambil dari jarak dekat pelaku. Artinya gambar maupun foto yang diambil maupun direkam dilakukan oleh sesame orang FPI bahkan mereka yang menshare. Kalau benar orang lain yang ambil gambar pasti jaraknya jauh

Keesokan harinya, mulailah sosmed dihebohkan oleh berita bahwa kapolri akan mengusut pelecehan bendera merah putih yang dituliskan bahasa arab. Bang Fahmi pun kaget. Sebab dia benar-benar baru tahu bahwa ada pasal terkait dengan hal itu. Dia murni melakukan hal itu karena ketidaktahuannya dengan pasal tersebut. Ini jelas wajar, sebab kita bukan pertama kali melihat ada bendera merah putih digambar dan ditulis, bukan? Telah begitu banyak bendera merah putih yang diukirkan gambar dan tulisan oleh berbagai oknum dan itu tidak pernah dipermasalahkan apalagi sampai dipolisikan. Kalau lah memang menulisi bendera adalah bentuk kriminal tentu bang Fahmi bukan orang pertama yang ditangkap. Maka ini jelas sekali ada bentuk ketidakadilan aparat kepolisian terhadap umat islam.

:1. Jika memang keberatan, pra peradilankan polisi, 2. Lihat kejadian lainnya terjadi kapan? Sebelum presiden sekarang dan harus dicermati apa yang dinamakan dengan bendera seperti di jelaskan dalam undang-undang.

Kemudian Bang Fahmi pun mengabari Ibunya tentang berita tersebut dan menghubungkannya dengan peristiwa sepulang longmarch saat dia merasa ada orang-orang yang memoto dirinya.

Wallahi, pernyataan Ibunya inilah yang membuat saya benar-benar terharu sekaligus merinding, "kamu harus tegar. Kita ada di jalan yang benar. Orang hebat memang harus ada ujiannya. Semangat!" Demikian kata sang Ibu saat mendapati berita pengusutan itu.

: Setuju dengan pernyataan bundanya tapi tidak tepat diterapkan kepada Nurul Fahmi sebab yang dilakukannya melanggar undang-undang

Ya Robb...

Pada hari kamis, Bang fahmi mendapat panggilan kerja di sekolah alam sebagai guru tahfidz dan rencananya akan aktif mengajar senin besok. Ba'da itu, Bang Fahmi konsultasi kepada Ust. Munawir terkait berita tersebut. Ust. Munawir pun menyarankan agar dia meminta bantuan kepada LBH Munarman. Bang Fahmi baru berencana akan kesana esok pagi (jumat). Dan kamis sore itu ia memutuskan untuk menginap di rumah kakaknya di Cilandak. Saat itu dia mulai merasa bahwa ada orang-orang yang mengikutinya. Tapi dia tetap tenang.

Dini hari, pukul 01.00 polisi datang menggerebek rumah itu dan menangkap bang Fahmi. Dari penuturan sang Ibu jumlah polisi itu 23 orang. "Mereka menangkap anak saya seperti menangkap seorang gembong narkoba". Dari Cilandak itu, para polisi pun datang ke kediaman orangtua Bang Fahmi di Tanah 80 untuk mencari barang bukti.

:Seperti menangkap seorang gembong narkoba? Artinya si ibu tahu bagaimana polisi menangkap beberapa tersangka kasus misalnya pencuri, pembunuh, pencopet, teroris dan lain sebagainya? Seperti apa itu cara polisi menangkap seorang gembong narkoba?

Demikian sampai saat ini Bang Fahmi masih ditahan. Tapi masya Allah betapa indah persaudaraan dalam islam, sang Ibu menuturkan begitu banyak pengacara yang menawarkan bantuan sukarela untuk membebaskan Bang Fahmi. Sekitar 20 orang. Sampai akhirnya dibuatlah sebuah Tim. Doakan ya saudara sekalian, semoga bang Fahmi cepat dibebaskan.

:Saat ini Nurul Fahmi sudah dibebaskan berdasar pertimbangan penyidik serta adanya jaminan ustadz Arifin Ilham. 20 orang pengacara? Dalam kasus yang menyerempet dengan kekuasaan sudah sejak dahulu pengacara banyak orang. Jadi tidak ada istimewanya 20 pengacara

Saat hendak berpamit pulang, sang Ibu mengantar kami menuju kediaman mertua bang Fahmi, tempat sementara dimana Istri dan anak Bang fahmi yang baru lahir tinggal. Ya, 8 Januari lalu, Hafidza Nur Qaila, baru saja dilahirkan. Saat pertama melihatnya, mata saya tertuju pada sebuah Al-Qur'an yang terletak tepat di atas kepala Dede Hafidza.

Biasanya, abinya mengajikan dia setiap pagi sebelum berangkat kerja." Cerita sang Istri. Mungkin dia melihat kemana arah mata saya memandang. Allah... betapa terharunya saya. Wahai Nak, kamu pasti rindu kan mendengar tilawah abimu? Bersabar sebentar ya sayang, Abimu sedang berjuang melawan ketidakadilan!

:Hellow……. Melawan ketidakadilan? Ketidakadilan yang mana? FPI yang datang ke Mabes itu dalam rangka mengawal Habib Rizieq yang bertutur kata melawan hukum sehingga harus berhadapan dengan hukum. Dimana letak ketidakadilannya? C’mon….

Mendengar berbagai tutur kata sang istri tentang suaminya, saya menarik satu kesimpulan. "Wahai Allah, kini saya tahu mengapa Engkau memilihnya!"

Ternyata Bang Fahmi telah merampungkan program tahfidz Qur'an di Masjid Qiblatain, Arab Saudi. Ya, dia seorang hafidz Qur'an. Dadanya penuh dengan ayat-ayat Allah. Pantas, sangat pantas jika dia marah ketika seorang Ahok menghina ayat suciNya. Pantas jika dia kemudian tidak pernah absen sekali pun dalam aksi-aksi Bela islam ini. Karena dia memang mencintai Al-Qur'an. Mencintai Islam. Dia sedang menunjukkan keberpihakannya. Dan Allah menguji cintanya... 
Apa dia menyerah? Tentu tidak. Saat ditanya kuasa hukumnya apakah dia kapok? Jawabannya, "TIDAK." Dan dia menghadapi ini semua dengan tenang. Sampai Pak Polisi heran dan berkomentar... "kok tenang banget sih."

Sudah diklarifikasi oleh Nurrohman Nanang bahwa bung Nurul Fahmi belum hafal 30 juz Al Quran. Silahkan cek status FB bung Nurrohman yang sudah mengkonfirmasi ke bung Nurul Fahmi. Informasi Hafidz Qur'an didengar awalnya dari istri bung Fahmi namun sudah diklarifikasi.

:Ahok menghina ayat suci? Bela Islam? Saya berani jamin jika ada penodaan terhadap Al Quran, terhadap agama pasti Banser akan turun dan berada di depan. Mana penghinaan ayat sucinya? Bela Islam? Ini jargon yang bolak balik diteriakkan tapi penuh fitnah. Tunjukkan di wilayah mana di Indonesia Islam didiskriminasi. Beribadah masih bebas tuh, tidak ada larangan apapun dari sabang sampai merauke. Tapi gerombolan FPI itu ngasal doang. Ga ada yang menghina Islam

:Tenang banget? Yakin ada polisi bilang gitu? Apa urusannya? Pernah liat Lutfi Hasan Ishaq pake rompi KPK dan keluar dari gedung KPK? Pernah lihat Akil Muchtar pake rompi oranye? Mereka ketakutan? Mereka menangis? Mereka menutup wajah? Enggak tapi TERSENYUM. Gayus Tambunan malah pergi ke Bali liat tenis.

Wahai Pak Polisi, bagaimana ia bisa gelisah sementara hatinya penuh dengan Al-Qur'an? Sementara jiwanya sarat dengan cinta pada Allah? Kau mungkin bisa memenjarakan fisiknya, tapi tidak dengan semangatnya! tidak dengan cintanya! Sungguh kasus yang menimpanya justru semakin meningkatkan pendirian kami (umat islam) bahwa kami akan tetap memperjuangkan keadilan. Bahwa keadilan ini adalah HAK kami yang telah kalian rampas dan campakkan!

Pembelaan terhadap orang yang sedang berhadapan dengan hukum adalah soal lain. Kasus ini murni kasus pelanggaran UU tentang Bendera dan tidak ada kaitannya dengan agama. Jadi melarikan pada kasus umat Islam adalah kesalahan fatal. Ini penggiringan opini yang tidak benar. Tidak ada keadilan yang dilanggar apalagi dirampas dan dicampakkan.

Jangan takut, wahai umat islam. Ini kutitipkan foto bayi mungil yang tetap bisa tertawa meski ayahnya kini ada di balik jeruji penjara. (*)

Wednesday, January 25, 2017 - 11:30
Kategori Rubrik: