Sesat Pikir Penyebar Hoax

Oleh : Damar Wicaksono

Temen saya yang hobi nyebar hoaks itu, yang kemaren2 bersapa ria dan "bercanda" bersama dengan kawan2 yg laen di beberapa coretan saya, berpendapat begini tentang berita hoaks atau hate speech

"Gunanya (tulisan, isu, rumor dan atau meme) disebarkan adalah agar tau yg sebenarnya, bila itu hoax atau hate speech"

Ya Allah..

Coba kita renungkan bersama kawan2. Yang pola pikirnya seperti dia trnyata lumayan banyak. Dia ngga nyadar atau pura2 ngga nyadar, bahwa yang dia posting di medsos itu hoaks/hate speech. Yang berpotensi menyudutkan atau memfitnah orang lain..

Itu kenapa postingan2 Jonru atau dulu saat pilpres 2014, buletin Obor Rakyat cepat sekali masuk ke pikiran orang banyak.

Sebagian lagi, yang karena benci dan tau dia nyebar hoaks, tak berani memakai nama asli sebagai nama akun medsos

Ini situasinya memang sudah darurat. Walo barangkali warga bangsa yang berpola pikir seperti di atas tak sampe 1jt orang. Tapi itu sudah jumlah yang banyak.

Apalagi jika yang berpikir seperti itu adalah warga bangsa yang bersekolah tinggi (di sekolah berkualitas pulak), bahkan mapan.

Atau bahkan dia seorang guru sekolah. Bagaimana jika murid2nya sebagian lugu, menurut begitu saja ucapan gurunya yang hoaks atau hate speech itu?

Awalnya adalah rasa benci.

Ali Bin Abi Thalib, menantu sekaligus sepupu Kanjeng Nabi pun trbunuh karena simpang siur hoaks dan hate speech. Oleh dia yang taat beribadah dan hafal Al Qur'an

Ayo jangan diam. Kawan2 yang selama ini hanya "pembaca sunyi", ikutlah bergerak. Setidaknya di lingkungan Anda sendiri

Lawan hoaks dan sebaran kebencian.

Mari jadi perenungan bersama

Sumber : facebook Damar Wicaksono

Sunday, May 6, 2018 - 18:45
Kategori Rubrik: