Sesat Pikir Pengikut 212

Ilustrasi

Oleh : Andrian Kaifan

Para pendukung demo 212 maupun alumninya memang suka simplifikasi masalah. Penyebabnya tentu selain karena pengaruh para pemimpin demo ya kemalasan berpikir, ketidakmampuan menggunakan nalar sehatnya. Bahkan sekelas profesor yang sekarang menjadi Gubernur itu melakukan hal yang sama. Hampir tiap masalah yang muncul di daerah yang dipimpinnya selalu merever kesalahan pada gubernur sebelumnya. Lihat beberapa fakta dibawah ini :

1. Pendukung Ahok disebut Ahoker. Mereka adalah orang2 Jakarta yg punya hak suara memilih Ahok. Masalahnya, apakah jadi PENDUKUNG AHOK udah pasti mendukung Ahok utk menistakan Islam? Udah ditanyakan ke mereka blum? Dan saya yakin mereka mendukung Ahok adalah mendukung hasil kerjanya dan policy nya, BUKAN mendukung kesalahannya menistakan Islam.

2. Mendukung Ulama Rizieq Shihab berarti mendukung Demo 212 dan Reuni 212? Apakah kerjaan RS ini memang demo dan memaki saja? Saya mendukung beliau sbg muslim, namun tak mendukung akhlaknya. Jadi, tolong juga jangan menggeneralisir.

3. Menghukum Ulama Rizieq Shihab dikatakan mengkriminalkan ulama. Apakah benar semua ulama udah setuju pendapat ini? MUI, Muhammadiyah dan NU aja tidak sependapat. Kasus RS bukan kriminalisasi ulama, krn yg bermasalah hanya beliau. Jangan jadikan tameng ulama lainnya, dan jangan mengorbankan ulama lainnya yg selalu menghindari makian dan hujatan dan do'a2 kriminal.

4. Mendukung Jokowi berarti membenarkan semua kerja nya? Jangan begitu! Saya udah bbrp kali mengkritik Pak Jokowi via status, namun tak dapat dicerna haters krn mereka terlanjur terisi dendam. Jadi, dianggap dan distempel oleh mereka saya fanatik ke Jokowi, hehe.. Lha, Islam aja mengajarkan agar TIDAK BOLEH FANATIK ke Islam, pake aqal kata ALLAH! Ketika kita fanatik ke Islam, maka kejarian2 spt Demo 212 dan reuni nya terjadi. Dan lari jauhhh dari petunjuk Islam.

5. Ulama Rizieq Shihab adalah Ulama Besar Ummat Islam Indonesia? Dari mana dalil naqli nya ada ulama besar??? Ini juga buah fanatisme yg selalu berujung kemunkaran. Ulama adalah ulama, tdk ada yg dibesar2kan. Tidak ada ulama kharismatik, ulama keren, ulama modern, atau ulama artis. Sifat sebenarnya seorang ulama jelas adalah bukan yg suka pamer, pasti tawwadhu', zuhud, bermulut baik tdk memaki apapun kesalahan orang, dan udah pasti mampu mamatikan amarah. Nabi dan para sahabat TIDAK PERNAH menjerit2 di jalanan lho..

Minta pendapat penghuni syurga: Muhamad Misri, silakan Pak..

Sumber : Status Facebook Andrian Kaifan

Sunday, December 3, 2017 - 15:45
Kategori Rubrik: