Sesat Logika Tweet Tengku Zulkarnain

Ilustrasi

Oleh : Khoiron Mustafit

Apakah saya muslim? Saya jawab, ya saya beragama Islam. Tapi apakah saya sudah benar-benar muslim? Saya jawab, tidak tahu. Apakah saya shalat? Ya, jelas saya shalat, saya kan beragama Islam. Cuma apakah shalat saja yang menjadi ukuran orang itu bisa mengklaim telah menjadi muslim? Tidak. Ada 30 hak muslim yang harus dipenuhi kepada muslim yang lainnya. Barangkali hanya sedikit yang mampu saya terapkan.

Diantara hak itu adalah menjaga keluarga orang muslim yang lain. Apakah pernah keluargamu atau keluargaku dijaga oleh orang lain berdasarkan persaudaraan agama? Boro-boro.

DIantara hak itu adalah menyelesaikan masalah orang Islam yang lain. Apakah ada, gitu, orang lain ngotot menyelesaikan masalah kita karena persamaan agama, yaitu Islam? Boro-boro dibantu, ditertawakan, atau malah diperparah yang iya.

Diantara hak itu adalah memberikan arahan atas ketaktahuannya. Apakah kita pernah menerima atau memberikan arahan kepada orang-orang Islam yang lain yang membutuhkan arahan, baik dalam hal pengetahuan maupun pekerjaan dan peluang-peluang mencari nafkah? Boro-boro, yang ada peluang-peluang itu kita simpan baik-baik hingga mati kelak.

Lalu, beranikah saya menyebut saya muslim hakiki? Saya pribadi tidak berani. Saya cuma berdoa mudah2an Allah menerima keislaman saya yang penuh kekurangan ini, hingga saat mati kelak, saya masih bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Saat itulah saya benar-benar telah menjadi muslim.

Sumber : Status Facebook Khoiron Mustafit

Thursday, March 8, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: