Sesama Muslim Bisa Saling Bunuh Gara-Gara Hoax

Ilustrasi

Oleh : Agung

Teman ane ada yg berpendapat justru hukum penistaan agama itu bagus, agar orang2 tidak main hakim sendiri, menyerang orang yg di tuduh melakukan penistaan agama terutama agama islam.

Jawaban ane : ente salah besar .. karena mau ada atau tidak hukum penistaan agama kaum fundamentalis terutama fundamentalis islam bisa sangat brutal dan gak kenal ampun, contoh realnya adalah kasus Farkhunda Malikzada di Afganistan tahun 2015 lalu yg di luar batas prikemanusiaan, padahal Afganistan sama seperti indonesia memiliki juga hukum penistaan agama, terutama agama islam.

--------------------------------------------------------------------

Kasus Farkhunda Malikzada sendiri berawal saat dia lagi berjalan menuju mesjid tempat dia biasa jualan, di tengah jalan konon dia menemukan potongan kertas yg kemudian dia buang ke pembakaran sampah, kejadian ini di lihat oleh salah satu ulama fundamentalis afganistan, ulama itu kemudian menuduh Farkhunda Malikzada membakar alquran, Farkhunda Malikzada sendiri mengatakan dia seorang muslim dan tidak membakar alquran hanya potongan kertas biasa. Lama kelamaan perdebatan ini menjadi sengit dan akhirnya ulama ini meneriaki Farkhunda Malikzada membakar alquran dan hal ini memancing banyak orang berdatangan, masa yg berdatangan semakin banyak dan tidak terbendung lagi dan tanpa proses klarifikasi atau penyelidikan masa yg terbakar emosinya mendengar ada wanita membakar alquran langsung beramai2 menghakimi Farkhunda Malikzada.

penghakiman kepada Farkhunda Malikzada semakin menjadi2 setelah banyak orang berteriak2 mengatakan Farkhunda Malikzada adalah bukan muslim tapi kafir dan antek amerika yg menghina islam dengan membakar alquran. Di tengah penghakiman orang banyak yg kalap ini Farkhunda Malikzada menangis sejadi2nya klo dia bukan kafir dan bukan antek asing, tapi masa yg sudah sangat beringas tidak mau mendengarkan pembelaanya, bahkan polisi yg berada di lokasi itu membiarkan saja kejadian itu. Farkhunda Malikzada di pukuli dengan menggunakan kayu, besi, dan batu sampai tidak bisa berdiri lagi, dan tidak hanya sampai di situ tubuh Farkhunda Malikzada yg sudah lemah tidak bisa berdiri lagi karena di gebukin oleh masa malah di lindas dengan mobil, dan yg paling tragis Farkhunda Malikzada yg tengah sekarat ini, tubuhnya di seret kepinggir sungai dan di bakar hidup2 di sana yg membuatnya meninggal dunia seketika.

Akibat kasus ini hampir semua lembaga kemanusian dunia bereaksi keras dan mengecam habis2an kelakuan masyarakat afganistan yg barbar main hakim sendiri, tapi masyarakat afganistan sendiri berkeras mengatakan itu hukuman yg pantas bagi orang yg membakar alquran,

Masyarakat afganistan sendiri mirip seperti pakistan, mereka adalah masyarakat miskin dengan tingkat pendidikan yg memprihatinkan tapi sangat fanatik dalam beragama, sehingga bagi mereka hukuman mati bagi orang yg menghina apalagi membakar kitab suci mereka sangat pantas di lakukan, dan sudah sesuai dengan hukum penistaan agama afganistan juga yg membolehkan hukuman mati bagi orang2 yg dianggap meninsta agama terutama agama islam.

Tapi nantinya karena tekanan kuat lembaga kemanusian dan Ham dunia, pemerintah afganistan akhirnya membentuk komisi penyelidikan khusus untuk mengusut kasus penghakiman Farkhunda Malikzada ini, dan tragisnya setelah di lakukan penyelidikan intensive selama berbulan2 di ketahui ternyata memang yg di bakar Farkhunda Malikzada memang bukan alquran tapi sebuah potongan surat kabar yg bertuliskan bahasa arab.

--------------------------------------------------------------------

Di bawah ini adalah link video dimana Farkhunda Malikzada di hakimi dan di bakar sampai mati oleh masa, cuman karena tuduhan palsu membakar alquran (warning ini video DP bagi yg gak kuat mental jangan menontonnnya) :

https://www.youtube.com/watch?v=jHrI4Qjhmyc

#jadi bisa di lihatkan ada atau tidaknya hukum penistaan agama, kaum fundamentalis tetep saja akan berbuat keji dan brutal klo merasa agamanya dinistakan, walaupun itu cuman sebuah fitnah, hoax, dan tuduhan tidak berdasar.

--------------------------------------------------------------------
Sumber referensi ane bawa dari berbagai sumber bukan hanya media barat saja tapi media dari dunia islam juga, biar gak ada orang tolol yg beragument perstiwa Farkhunda ini cuman propaganda media barat untuk menjelek2an islam:

https://www.aljazeera.com/…/afghanistan-farkhunda-forgotten…
https://www.aljazeera.com/…/afghan-women-carry-body-lynched…
http://www.bbc.com/news/magazine-33810338
https://www.nytimes.com/…/100…/the-killing-of-farkhunda.html
https://www.liveleak.com/view?i=804_1485727500
https://www.rferl.org/a/afghanistan-women-bru…/29015213.html

http://www.tribunnews.com/…/tudingan-bakar-al-quran-tak-ter…
http://www.republika.co.id/…/no2io0-kasus-farkhunda-jangan-…

https://en.wikipedia.org/wiki/Murder_of_Farkhunda
https://en.wikipedia.org/wiki/Blasphemy_law_in_Afghanistan

Sumber : Status Facebook Agung

Saturday, April 7, 2018 - 21:45
Kategori Rubrik: