Seruan Reuni Jihadis Pasukan "Monaslimin"

Ilustrasi

Oleh : Vinanda Febriani

"Salah satu Capres yang harusnya paham sejarah malah mendukung pemindahan Kedubes Australia di Tel Aviv ke Yerusalem," seru salah satu orator di atas mobil komando, di Jalan Patra Kuningan Raya, Setia Budi, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).

Mereka mengutuk keras pernyataan Prabowo tersebut, sekaligus khawatir hal itu bisa merusak harmonisasi Indonesia dengan Palestina yang selama ini berlangsung baik.

"Kami mengutuk keras pernyataan tersebut. Jangan sampai harmonisasi Indonesia oleh Palestina dirusak oleh salah satu Capres kita," imbuh orator.

Reuni 212 ini bak jadi lahan 'Jihad' bagi kaum 'Monaslimin' seantero-negeri. Beberapa ancaman agak halus dilontarkan tatkala ada alumni yang tidak ikut reuni. Seperti salah satunya, dicap sebagai 'kaum munafik'. Atau bahkan seperti mahasiswa di suatu kampus yang diwajibkan untuk ikut reuni. Jika tidak ikut, nilai tidak keluar.
.
Tak hanya kaum 'Monaslimin', reuni ini juga digilai oleh eks-HTI karena menjadi ajang mencari panggung popularitas (CAPER) supaya mendapat banyak belas kasih dari ormas lain dengan dalih 'Umat Islam di dzalimi rezim'. Jika benar rezim ini mendzalimi umat Islam, kenapa dibentuk Majelis dzikir Hubbul Wathon, kenapa pemerintah menaruh perhatian kepada banyak kyai, ulama serta pesantren, dan mengapa sebagian besar dari pemerintah sendiri memeluk agama Islam jika pada akhirnya mereka 'mendzalimi Islam'? Atau jangan-jangan yang terjadi justeru sebaliknya? Merekalah yang berlaku dzalim dengan menfitnah 'umara'? Nggg....entahlah. yang pasti membubarkan HTI adalah salah satu tindakan konkrit pemerintah dalam memuliakan Islam di Indonesia. Karena HTI merupakan sebuah kelompok perusak Islam, yang meng-aku-kan diri sebagai pemeluk Islam yang Kaffah, namun sesungguhnya salah kafrah.
.
Kesimpulannya, reuni 212 nanti bakal menjadi ajang ormas radikal mencari popularitas di masyarakat. Dengan memainkan segala dalih dan dalil, mereka beraksi untuk mencari simpati. Lebih lagi sekarang isu yang digelorakan adalah 'Anti bendera Tauhid', hmm... sejak kapan Tauhid dipatenkan menjadi bendera? Bukankah Tauhid itu sebuah lafadz yang harusnya diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan, ettz...bukan untuk disablon ya. 
.
Anda tertarik gabung reuni 212?
Kalau saya sih, mending reuni sama mantan saja, eh maksudnya sama teman-teman sekolah...biar lebih berfaedah

Sumber : Status Facebook Vinanda Febriani

Thursday, November 29, 2018 - 10:00
Kategori Rubrik: