Serial Agustus

ilustrasi

Oleh : Sahat Siagian

Di tengah meningkatnya angka kasus baru covid-19 tentu kita butuh sesuatu untuk dipegang agar dengannya kita bisa tenang.

Itu tujuan saya menghadirkan serial tulisan di bulan Agustus ini. Setelah menimbang selama 2 hari, saya merencanakan serial tulisan tersebut terbagi kedalam dua bagian: (1) Raga dan (2) Jiwa.

Untuk Raga saya telah memilih satu narasumber, Dr. Theresia Monica Rahardjo. Bukan tanpa alasan perempuan satu ini saya pilih. Tapi sebaiknya alasan tersebut saya kemukakan di episode terakhir dari serial Raga.

Serial Raga terdiri dari 4 episodes:

1. Sejarah Dr. Monic. (Senin, 3 Agustus)
Dengan cermat mengetahui serta memahami latar belakang kehidupan dokter kita ini, diharapkan derajat kepercayaan Anda meningkat ketika membaca tulisan berikutnya yang bersifat teoretik.

2. Darah. (Kamis, 6 Agustus)
Dalam episode ini saya akan menggali pengetahuan serta pendapat dokter Monik tentang fungsi darah serta apa saja yang terkandung di dalamnya--termasuk salah satu yang paling penting darinya yaitu membangun sistem ketahanan tubuh (imunitas)

3. Virus (Senin, 10 Agustus)
Penguasaan ilmu kesehatan hingga tingkat doktoral bisa kita jadikan pegangan untuk menggali pengetahuan serta pendapat Dr. Monic tentang virus terutama Sars-Cov-2.

4. Plasma Convalescent (wawancara visual, Jumat 14 Agustus).
Inilah treatment yang diperjuangkan oleh dokter Monic hingga kadang menangis dengan suara parau agar didengar. Saya berharap dengan telah membaca 3 tulisan terdahulu, kita semua bisa dengan tangkas memahami apa yang dikemukakan dokter Monik dalam wawancara visual tentang plasma Convalescent.

Selanjutnya dua pekan terakhir di bulan Agustus akan kita gunakan untuk membahas jiwa sebagai benteng pertahanan bahkan pembangkit sistem kekebalan dalam tubuh kita.

Di sini saya sempat berpikir untuk menghadirkan pendeta. Tapi setelah menimbang lebih jauh, diputuskan untuk mencoret kemungkinan ini. Mereka terpecah. Yang satu ngomong "tutup-bungkus", yang satu lagi belagak jadi futurolog ngeselin bicara tentang masa depan gereja sesudah pandemi. Enggak terdengar dari mereka upaya untuk membuat umat mengalami ketenangan jiwa sebagai basis pertahanan dan pembangkit sistem imunitas.

Jadi saya putuskan untuk mengajak kepercayaan lokal dalam menggali segala sesuatu guna membangkitkan ketenangan umat. Saya akan mengajak budayawan atau praktikawan kejawen dan parmalim. Semoga kalian bersedia menyumbang 2 nama untuk saya wawancarai.

Itu dari sisi kepercayaan.

Dari sisi Medika, saya akan mewawancarai seorang psikiater. Sedang saya timbang dan pilih.

Tentu saya juga perlu beri ruang pada terapi alternatif seperti yang telah ditawarkan menteri pertanian Syahrul Limpo, dan gubernur Bali, I Wayan Koster. Persoalannya, saya nggak mau terjebak ke tulisan klenik. Treatment yang mereka tawarkan harus bisa dijelaskan. Kalau nggak, kualat. Berabe kalau treatment tersebut jadi sama dengan Tuhan yang tak terjelaskan.

Demikianlah. Saya berharap serial tulisan itu bisa memandu kita untuk bertindak serta membuat pilihan di tengah angka kasus baru covid-19 yang terus meningkat dari hari ke hari.

Sehatlah kalian senantiasa.

Sumber : Status Facebook Sahat Siagian

Sunday, August 2, 2020 - 13:30
Kategori Rubrik: