Seputar Corona yang Unik, Lucu dan Menyebalkan

ilustrasi

Oleh : Ainur Rofiq Al Amin

1. Adanya corona malah dibuat berita-berita yang mengandung hoaks seperti ratusan warga tinggalkan kepulauan Natuna takut tertular virus corona atau klaim virus corona untuk musnahkan Uighur tetapi malah bocor di Wuhan dan lain-lain hoaks.

2. Ada juga yang bilang corona adalah tentara Tuhan. Statemen ini perlu dipertanyakan, pertama, si pembuat statemen nampaknya sudah memojokkan negara yang disasar corona. Kedua, darimana tahunya bahwa itu tentara Tuhan? Apa dari mimpi? Bahkan ada yang bilang,kalau itu tentara Tuhan, lalu ada yang menemukan antivirus corona, apakah itu sama dengan memerangi tentara Tuhan?

3. Ada juga yang bilang bahwa corona adalah suatu penyakit dan kalau sudah mewabah seperti itu bisa "ditunggangi" setan, maka perlu treatmen lain seperti doa kayak ruqyah. Pernyataan ini menentang pernyataan poin dua (karena yang ini bilang tunggangan setan, dan yang poin dua bilang tentara Tuhan). Pernyataan ini juga "lebih bisa diterima" daripada memastikan bahwa corona adalah tentara Tuhan.

Yang perlu direnungi adalah, memang sebagai umat beragama kita percaya adanya setan, kita percaya kepada kekuatan doa bisa “memindah atau menyingkirkan” suatu kausalitas menuju kausalitas lain, kita juga diajarkan agar selalu berdoa dan berusaha. Hanya saja, bila memastikan doa kita terkabulkan (tanpa Insya Allah) untuk suatu kasus, bagi saya adalah sebentuk kekhilafan, demikian pula memastikan bahwa ada setan yang menunggangi corona juga tidak gampang, walau tidak mustahil.

4. Ada artikel di koran yang menjelaskan bahwa ketakutan berlebihan hingga panik dan paranoid terhadap penyakit justeru bisa menimbulkan sakit dan bisa terserang penyakit (termasuk corona), maka takut yang wajar dalam menghadapi penyakit adalah penting.

Artikel ini juga menjelaskan the law of attraction (adanya komunikasi nonfisik, komunikasi melalui gelombang semisal manusia dengan binatang, keadaan, bakteri dll bila terjadi persamaan frekuensi). Kesamaan frekuensi bisa ditunjukkan melalui kesamaan sifat. Kesamaan sifat bisa terjadi karena proses induksi.

Dalam hukum induksi dicontohkan, peniti yg didekatkan magnet bisa berubah menjadi magnet. Proses induksi pada manusia bisa terjadi dg mengkonsumsi, menggunakan, atau mendekatkannya. Orang yang demikian bisa memiliki sifat sebagaiman bahan yg dikonsumsi yg dalam biologi molekuler sering ditafsirkan pengaruh manifestasi DNA bahan yg dikonsumsi.

Di antara implikasinya adalah seseorang yang suka mengkonsumsi binatang tertentu semisal tikus dll, maka beberapa “sifat” tikus bisa menjadi “sifat” manusia yang memakannya sehingga penyakit pada hewan tikus bisa cepat tertransfer kepada manusia.

Tentu artikel di atas perlu studi lebih lanjut tentang pengaruh "sifat". Semisal apakah seluruh binatang yg dikonsumsi bisa berpengaruh atau ada kadar tertentu? Oh ya, saya pernah membaca tulisan Mutahhari yang juga menjelaskan pengharaman memakan binatang tertentu ada kaitannya dengan hilangnya sifat malu.

Artikel di atas juga tetap harus diberi komentar bahwa seseorang yang tertular penyakit semisal corona bukan selalu karena hobi makan kelelawar, tapi bisa jadi daya tubuh sedang lemah, atau ketakutan yang berlebih terhadap corona sehingga menurunkan daya tubuh dan akhirnya terserang corona.
****

Terakhir, bagi saya corona adalah penyakit, sebagai umat beragama kita harus berupaya secara medis dan berdoa, PBNU telah menginstruksikan baca sholawat tibbil qulub. Kita tidak perlu menjadikan China sebagai bulan-bulanan cacian. Kalau di suatu kasus, China salah, ya kritik di kasus itu gak usah mencoba mengkaitkan sesuatu yang metafisik dimana ilmu kita belum sampai.
***

Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq Al Amin

Saturday, February 29, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: