September, Bulan Marak Isu PKI

Ilustrasi

Oleh : Dewa Aruna

Isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) kerap kali dilemparkan ke tengah-tengah masyarakat. Selama ini, tokoh yang selalu dikait-kaitkan sebagai orang PKI adalah Presiden Joko Widodo.

Tentu saja, itu adalah informasi hoax yang keji dan menyesatkan. Namun sayangnya itu tak hanya ditelan mentah-mentah oleh masyarakat awam saja, namun juga dipercaya oleh para tokoh politik. Entah karena tak tahu, atau hanya memanfaatkan isu tersebut untuk menjatuhkan nama Presiden Jokowi.

Seperti yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ini. Beberapa hari ini, Fadli Zon menciptakan tagar baru yang berbunyi #2019tetapAntiPKIdi media sosialnya. Tagar tersebut dituliskan Fadli Zon pada akun Twitter pribadinya.

Bahkan, kampanye hitam Fadli itu dilanjutkan dengan pertanyaan, "Apakah perlu tagar #2019TolakPKI? Biar lengkap". Tanpa disebutkan nama yang ditujunya pun, kita pasti tahu siapa yang dimaksud oleh Fadli Zon tersebut.

Patut disayangkan tindakan dari Wakil Ketum Gerindra ini. Fadli Zon melakukan cara lama dan kampungan dengan memposting tagar anti PKI itu semata-mata untuk menaikan isu PKI yang ditujukan kepada kubu PDIP dan Presiden Jokowi.

Politik kotor kembali coba dibangun oleh kubu Prabowo ini sungguh memuakkan dan tidak mendidik masyarakat. Hal itu sekaligus merupakan perbuatan yang tidak patut ditiru karena menyebarkan informasi hoax dan fitnah kepada orang lain.

Bisa dikataan, Fadli Zon ini memang biang kerok keributan di Indonesia. Kalau memang benar ada PKI di Indonesia saat ini, Fadli Zon harusnya berani sebut siapa yang PKI di NKRI saat ini, bukan cuma berani di twitter saja.

Kalau mau jujur, cara-cara PKI justru diperagakan oleh Capres Fadli Zon sendiri, karena di zaman Orde Baru sampai 1998 menculik rakyat dan aktivis.

Diakui atau tidak, postingan tagar #2019tetapAntiPKI sudah melakukan pembunuhan karakter terhadap sosok Presiden Jokowi untuk kepentingan Pilpres 2019. Karena itu didasari oleh tidak adanya kemampuan Prabowo yang bisa dibanggakan atau dijual untuk menaikkan elektabilitasnya sehingga mencari-cari isu untuk digoreng.

Kubu Prabowo memang suka memainkan fiksi. Isu yang dilemparkannya ke publik banyak yang tidak didasarkan pada kenyataan. Seperti misalnya, soal PKI ini yang notabene sudah dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang sejak dulu.

Kita harus kritis melihat propaganda negatif penuh kebohongan seperti di atas. Agar kita tidak turut dalam arus besar pembohonngan masyarakat. Periksa dulu informasi yang kita terima, sebelum disebarkan ulang.

Salam Damai 

Sumber : Fanspage Dewa Aruna

Sunday, September 16, 2018 - 16:45
Kategori Rubrik: