Sepatu Si Tukang Blusukan

Oleh: Muhammad Jawy

Kalau kita ingin terjun ke berbagai lapisan masyarakat dengan sepatu mewah niscaya langkah kita akan sering terhenti karena ragu apakah sepatu kita akan kotor terkena lumpur atau menginjak kotoran ternak di perkampungan warga. Emang gampang membersihkan sepatu Testoni buatan Italia seharga 50 juta rupiah?

Demikian juga kalau kita berjam tangan Rolex 70 juta, bisa jadi ada rasa tidak aman ketika hendak merangkul warga. 

Kemeja belasan juta rupiah jahitan Paris, mungkin hati kecil kita akan merasa enggan untuk menerima sodoran wajah lelah dari warga untuk sekadar bersandar di dada. 

Jadi kalau ada pejabat yang menganggap bahwa aksesori mahal: baju, sepatu, jam tangan, mobil adalah kepantasan terhadap jabatan yang diemban, filosofi dia sudah usang, sekaligus kontradiktif terhadap tugas yang dia emban untuk mendekati rakyat apapun latar belakangnya.

Maka berfashion-lah secara sederhana, orang dengan wawasan yang baik, melihat pribadi orang lain dari sentuhan jiwanya, bukan dari gemerlap aksesorinya.

(Sumber: Facebook Muhammad Jawy)
Feet Photography by Sumali Ibnu Chamid (Wartawan Jawa Pos).

Tuesday, May 10, 2016 - 21:00
Kategori Rubrik: