Senyumku Tetap Untukmu Duhai Ramadhan

ilustrasi

Oleh : Purwadi Sanen Ajh

Duhai Ramadhan, insyaa ALLAH, aku akan tetap tersenyum dan bergembira menyambut kedatanganmu.

Itulah kalimat pertama yang ada di otakku dan hatiku, yang ingin aku ungkapkan, di cerita tulisanku kali ini.

Adapun tujuan dari kalimat tersebut, aku ingin mengajak pola pikir Anda ke arah yang lebih bersemangat, lebih kuat, tetap berpikiran positif, cerdas, yang intinya semoga dapat menghadirkan kebaikan untuk anda.

Lalu, aku ingin mengecup dan memeluk hati Anda.

Kemudian kita berjalan bersama, menuju ke iman dan takwa yang lebih baik, dari sebelumnya kepada ALLAH AZZA WA JALLA, walaupun saat ini kita sedang menghadapi tantangan wabah corona, yang sangat meresahkan dunia.

Tentulah sangat baik, bila kita mau mengindahkan ucapan-ucapan para pemimpin-pemimpin kita, baik itu dari pemerintah, pemuka-pemuka agama, maupun para ahli, serta dari orang-orang yang bijak lainnya.

Berusahalah dan berdoalah, untuk tidak terlalu berlebihan takut akan wabah corona.

Namun, janganlah juga meremehkannya, hingga kesombongan kita tersebut, menjadi malapetaka untuk diri kita, dan orang banyak akibatnya.

Mungkin ada dari sebagian kita, kadar iman dan takwanya tak sebesar dan setinggi gunung, hanya sebesar kerikil kecil, ataupun hanya sebesar biji sawi saja.

Sehingga bulan ramadhan yang penuh rahmat dan berkah ini, terasa seperti bulan biasa saja baginya, atau hingga tak diperdulikannya lagi.

Jika memang demikian, tidakkah Anda merasa bahwa diri Anda termasuk di dalam golongan orang-orang yang terlalu berlebihan?

Bukankah hal itu adalah suatu kerugian, atau juga bukankah berarti Anda sudah melemahkan diri Anda, bukankah demikan?

Tidakkah jika jiwa kita lemah, kita juga gampang terkena berbagai penyakit, bukan hanya penyakit corona, bahkan bisa saja menjadi penyakit hati, atau kekafiran, dan lain sebagainya.

Aku mengutip sebuah hadist, yang semoga menjadi penyemangat hidup kita, dalam menyambut bulan suci Ramadhan, yang penuh berkah dan rahmat :

Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960)

Apakah yang Anda rasakan setelah membaca hadist tersebut?

Tidakkah bibir dan hati Anda tersenyum ataupun bergembira lagi, walaupun hanya sedikit saja?

Ataukah Anda menjadi bersedih dan menangis, sebab bulan Ramadhan kali ini berbeda dengan tahun -tahun yang lalu yang pernah Anda lewati, yang hadir tanpa kekhawatiran dan ketakutan seperti saat ini, seperti itukah?

Jika memang Anda bersedih dan menangis, karena dampak yang menyedihkan dari virus corona, maka menangislah dengan diiringin doa, yang terus menerus secara istiqomah.

Walaupun Anda hanya mampu dan ikhlas, untuk berdoa membaca surat Al-Fatihah sehari sekali saja.

Mungkin jika Anda sedikit saja tersenyum setelah membaca hadist di atas, atau bergembira, ataupun menangis di dalam doa untuk menyemangati diri Anda, dan berdoa untuk kebaikan dunia, insyaa ALLAH, anda akan digolongkan oleh ALLAH AZZA WA JALLA, sebagai orang-orang yang peduli terhadap sesama, ataupun termasuk di dalam golongan orang-orang yang akan mendapatkan rahmat-NYA.

Seberat biji sawi ataupun seberat debu, kadar yang ada di senyum bibir dan hati Anda, serta doa Anda, untuk menyambut bulan suci Ramadhan, dan yakin dengan penuhnya berkah serta rahmat yang ada di bulan ini.

Insyaa ALLAH, ALLAH AZZA WA JALLA akan memasukan Anda di golongan orang yang pandai bersyukur, golongan orang-orang yang mulia, ataupun di golongan orang-orang yang baik.

"Angka seribu, angka sejuta, berawal dari angka satu, lalu menjadi dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya."

Begitu juga dengan semangat kita, baik dalam usaha maupun doa.

Jika saja satu bibir tersenyum dan bergembira, serta berdoa, untuk menyambut bulan suci ramadhan yang penuh rahmat dan berkah, insyaa ALLAH, semoga akan ada dua bibir, 3 bibir, 4 bibir, 5 bibir, dan seterusnya, yang akan tersenyum, bergembira, dan berdoa, hingga corona menjadi cemberut dan lalu mati.Aamiin

Wassalam selamat pagi dan selamat menyambut bulan suci romadhon

Sumber : Status Facebook Purwadi Sanen Ajh

Thursday, April 23, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: