Sentimen Agama

Ilustrasi

Oleh : Nun Alqolam

Ketika Banser punya masalah dg Bendera HTI di Garut, FPI bela HTI dan menyalahkan Banser.

Ketika Banser Bangil memarahi Ust HTI krn menghina Hbb Luthfi, FPI bela Ust HTI, menyalahkan Banser.

Ketika NU dihina oleh Gus Nur lalu dilaporkan kepolisi, FPI bela Gus Nur.

Ketika sekarang ada masalah antara FPI vs TNI, lalu didengungkan (oleh mereka) persatuan antar ormas Islam, bisakah...?! Hehehe.

Siapapun kalau selalu dipersalahkan, akan ada perasaan kecewa dihatinya.

Sekarang tantangan sdh jelas dari TNI terhadap FPI. Bagi yg punya keyakinan bhw berperang melawan pemerintah itu adlh Jihad fi Sabilillah dan kalau mati akan mati Syahid, berangkat saja utk melawan TNI, tdk perlu mengajak NU. Kan katanya NU sdh banyak Libral dan Munafiqunnya, kenapa hrs dijadikan teman di dalam berjihad.!?

Tepatnya, ketika FPI Belum terkontaminasi Ide² HTI dengan Jargon Khilafah. Saya Tahu Betul, FPI dulu.

FPI menjadi Bringas dan Menyerang Pemerintah, sejak Presiden Jokowi menjabat. Karena sejak Presiden Jokowi menjabat, para Mafia Cendana dan Cikeas diberangus serta para cecunguk²nya tidak diberi jatah oleh Presiden Jokowi.

Sebenarnya puncaknya amarah mereka ketika Presiden Jokowi mengakui keberadaan NU dan memberikan Hadiah Istimewa kepada NU. Mulai dari Hadiah : Hari Santri Nasional, Tokoh Pahlawan Nasional dan terakhir Menggandeng KH. MA'RUF AMIN menjadi Wakil Presiden.

Kita Tahu, sebelumnya KH. MA'RUF AMIN dibawah kendali mereka ketika masih menjabat MUI. KH. MA'RUF AMIN dicoba oleh mereka untuk menggerakkan NU, dalam Aksi 411 dan Puncaknya 212 dengan memasang Gambar Beliau dalam Poster Ajakan.

Ormas itu, memang sangat tergantung dengan SEJARAH PEMBENTUKANNYA. Kalau NU terbentuk atas dasar kegelisahan Ulama dan Kiai atas Berlangsungnya Ajaran ASWAJA. Kalau FPI terbentuk atas dasar Mempertahankan Kekuasaan Orde Baru, yang sengaja ingin dibenturkan dengan masyarakat (PAMSWAKARSA), Katanya begitu.

Makanya jangan Terkejut, kalau FPI gak pernah menghujat SOEHARTO dan KRONINYA. Coba lihat jejak digitalnya, apa FPI menghujat SBY. Walaupun HRS ditahan Zaman SBY, tapi bukan karena mencaki SBY, tapi karena Menyerang Massa Gus Dur.

Fakta kedua. Pada Rezim Jokowi-Kalla. Apakah FPI menyerang Jusuf Kalla, tidak? Coba sekarang, Pada Masa Jokowi-KH. Ma'ruf Amin. Kedua Tokoh ini, sepertinya sudah kenyang dengan caci-makian FPI

WAHAI SAUDARAKU SE-IMAN DAN SE-IDIOLOGI ASWAJA ANNAHDHIYAH. POLA STRATEGI SOEHARTO DALAM MERAIH ATAU MELANGGENGKAN KEKUASAAN ITU SELALU MEMAKAI POLA SAMA, YAITU POLA SENSITIF DAN SENTIMEN AGAMA.

Selain itu, CENDANA sangat cerdik akan kelemahan NU, dimana NU itu sangat memuliakan Guru/Ulama dan Durriyah Nabi, baik yang Habaib maupun Bukan. Makanya dia, ciptakan Ulama-Ulama Baru atau Mencari Ulama/Durriyah Nabi yang bisa di BAYAR.

Maka NU tidak akan berani melawannya, karena kalau melawan pasti akan di cap ANTI ULAMA/DURRIYAH NABI atau KRIMINALISASI ULAMA/DURRIYAH NABI.

Saya tulis di atas cuma agar supaya KITA kuatkan barisan dan jangan sampai terprofokasi midia.

Dan itu semua sebagai analisa kejadian yg ada terjadi skrang ini.

CAK MADURENAH :

KITA jek lata taonah keng norok buntek. Harus pintar memilah mana yang obyektif nan positif kedepan jangka panjangnya. Jangan terkecoh dengan bungkus/kesing.

KITA perlu mendalami untuk memahami jauh kedepan bagaimana kelestarian ajaran ASWAJA dan benteng NKRI tidak terkoyak.

Kurang lebih intinya begitu.

Sumber : Status Facebook Nun Alqolam

Sunday, November 29, 2020 - 10:45
Kategori Rubrik: