Sense Of Decency

ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Lihatlah kejadian pada gambar di bawah ini. 
Bukannya malu, tapi malah bangga - padahal perilakunya sudah melanggar asas kepatutan. Kehidupan sebuah masyarakat akan semakin tidak beradab tatkala manusianya semakin kehilangan "sense of decency" (rasa kepatutan).

Pada hari-hari ini Indonesia semakin miskin rasa kepatutan itu. Kita boleh berbeda, tapi tetap harus menghormati pemimpin yang sah - ini namanya kepatutan. Faktanya, orang bisa seenaknya memaki dan melecehkan kepala negara yang sah.

Lihatlah kelakuan sebagian wakil rakyat, pemuka dan tokoh agama, politisi, atau para elite lainnya - nyaris semuanya miskin rasa kepatutan. Para koruptor "ketawa-ketiwi" tanpa malu.

Ucapan dan perilaku hoax, kebohongan, sikap hipokrit, munafik - semuanya merajalela dan semuanya melanggar asas kepatutan.

Semakin tipisnya rasa kepatutan berarti semakin lunturnya peradaban sebuah masyarakat.

Negeri ini semakin lama semakin tak patut, karena berisikan orang-orang yang miskin sense of decency.

Di bawah ini adalah contoh yang merusak karakter kaum muda !

-HT-

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Monday, March 11, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: