Sengit Ndulit

ilustrasi
Oleh : Alim
 
Di tengah perjalanan, seorang Biksu dan muridnya bertemu seorang perempuan di tepi sungai yang tengah kebingungan untuk menyeberang. Tampaknya sudah cukup lama ia mencari cara menyeberang.
Tak berpikir panjang Biksu tersebut menawarkan bantuan, dan selanjutnya ia gendong si perempuan menyeberangi sungai yang agak deras itu sampai seberang dengan lancar.
Setelah say goodbye, Biksu dan muridnya melanjutkan perjalanan. Si murid heran dengan gurunya ini. Mereka seorang biksu kok memegang perempuan. Tidak hanya memegang, tapi malah menggendongnya. Penasaran itu menggelayut di pikirannya, namun belum berani bertanya.
Besoknya, ketika rasa penasaran itu memuncak, akhirnya si murid bertanya pada gurunya itu. "Guru, kita kan biksu, kenapa kemarin Guru menggendong perempuan itu? Bukankah kita tidak boleh menyentuh perempuan?", tanyanya.
Biksu tersenyum, "Aku sudah menurunkan wanita itu kemarin, ternyata kamu masih menggendongnya sampai sekarang ".
Ya, suluk atau perjalanan spiritual itu bukan soal anti-antian, bukan soal larangan-larangan, apalagi soal sengit-sengitan (benci-bencian) -karena sengit bakal ndulit. Suluk adalah soal perjalanan merealisasikan kesadaran. Demikian juga #SulukMakan
Selamat makan malam, mari makan dengan bahagia
 
Sumber : Status Facebook Alim
Sunday, September 20, 2020 - 10:45
Kategori Rubrik: