Semua Terserah Kita

ilustrasi

Oleh : Taufik Munir

Mau taat ulama (hey) tak perlu pakai uang
Tidak jalan-jalan (hey) tak perlu pakai uang.

Ternyata jalan yang sehat
murah harganya
Walaupun murah anehnya banyak yang ogah.

Huh hah
Huh hah huh.

Shalat di masjid berjamaah pahalanya berapa kali lipat? 27 kali.
Itu yang di Masjidl Harom pahalanya 100.000 kali, mereka tinggalkan demi menghindari mudhorot bahaya virus Corona.

درء المفاسد اولى من جلب المصالح
Menghindari mudhorot lebih utama ketimbang mengejar manfaat.

Kali ini kita merasa bahwa beriman pun harus berilmu agar akal terkendali. Kalau memang cuma modal iman doang, apa bedanya dengan Khawarij atau Mutazilah?

Dalam Islam ada konsep rukshoh. Apa itu? Yaitu keringanan yang diberikan Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى رُخَصُهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ تُؤْتَى مَعْصِيَتُهُ

"Sesungguhnya Allah senang untuk memberi rukhshah (kemudahan), sebagaimana Dia benci untuk memberikan maksiatNya".

Rukshoh merupakan hadiah dari Allah. Maka Allah akan senang kepada hamba-Nya yang mengambil rukshoh. Masalah pahala, tentu Allah akan berikan kita pahala yang sama sesuai kebiasaan kita sebelumnya.

Jika hujan saja bisa dengan rukshoh meninggalkan shalat berjamaah lalu shalat di rumah, apalagi wabah yang mengancam ratusan ribu jiwa seperti saat ini.

Agama ini pakai dalil. Bukan cuma hawa nafsu dan akal semata-mata. Kalau 10 kepala ada 10 akal maka akan ada 10 agama baru.

Sayyiduna Umar bin Khottob saja putar balik gara-gara negara yang hendak dikunjungi diserang wabah yang mengganas. Ketika itu 20.000 nyawa melayang!

Awalnya sayyiduna Umar ra tidak langsung memutuskan apakah lanjut atau balik. Setelah musyawarah dengan sahabat dari kalangan Muhajirin, Anshor, dan para pembesar Quraisy. Semuanya sama: yaitu sama-sama beda pendapat. Bahkan Abu Ubaidah bin Jarrah dengan ketus bilang, "mengapa Anda lari dari taqdir Allah, wahai amirul mukminin?"

"Oh tidak" jawab Umar, "Kami lari dari taqdir Allah menuju taqdir Allah yang lain".

Tiba-tiba datanglah Abdurrahman bin Auf menyampaikan Hadis Nabi SAW. Katanya:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ : (إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ [يعني : الطاعون] بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْه) .

Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, maka janganlah keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri." (muttafaqun 'alaih).

Mendengar hadits Rasulullah SAW langsung dari sahabat Abdurrahman bin Auf, legalah hatinya. Akhirnya beliau memutuskan untuk tidak memasuki kota yang terjangkit tersebut.

Ini sekelas Umar bin Khattab ra., seorang sahabat Rasul yang dijamin masuk surga, memutuskan untuk tidak memasuki wilayah yang terkena wabah karena sayang dengan orang-orang di sekelilingnya (para huffaz Quran dan Hadis).

So please stay home. Ini kondisi perang, perang melawan virus yang kita sendiri gak bisa ngeliatnya. Musuh kita ini bisa mati sendiri tanpa inang baru. Kalau ngeyel terus, ini akan berkelanjutan tanpa tau kapan akan berakhir.

Mau lebaran tetep bersuka cita, kan?

Sumber : Status Facebook Taufik Munir

Friday, March 20, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: