Semua Salah Jokowi

Oleh: Sudarto Toto

 
Saya sekarang sedang menahan diri untuk melanjutkan aktivitas pendampingan kasus sengketa rumah ibadah Sumatera Barat. Dan sesenyap mungkin. Kenapa?
Saya berkonsultasi ke beberapa guru besar di Kampus S1 dulu. Katanya, saya akan bantu anda mikir nyari jalan keluar, tp saat ini bukan waktu yg tepat.
 
 
Saya tanya kenapa Prof? Sekarang semua masalah sedang diarahkan untuk mencecar Jokowi. Saya kaget padahal guru besar ini tahun 2014 dukung Prabowo.
Guru besar itu melanjutkan sambil guyon. Saat ini orang sembelit buang air besarpun yg disalahin Jokowi. Ini tentu sudah nggak obyektif lagi tegasnya.
Ia juga ya, hujan nggak turun salahin Jokowi, ustadz mabok melakukan hate speech dan tersangka oleh bareskrim salahin Jokowi. Gempa bumi dan bencana alam apapun sekarang salahin Jokowi.
Bahkan Jokowi selaku presiden mau lawatan ke daerah bencana dengan pakai pesawat kepresidenan juga disalahkan, dengan tuduhan kampanye kok pakai fasilitas negara.
Jokowi diam nggak ke lokasi benca dimaki. Lombok bencana Jokowi malah non final bulu tangkis Asian Games. Berangkat ke Lombok nggak ikut penutupan Asian Game, dianggap pencitraan.
Jokowi sudah seperti Tuhan diminta menyelesaikan semua masalah, tp pada saat yg sama dianggap seperti setan yg menjadi semua sasaran makian.
Sayang ya di negara yg ngaku kuat Islamnya kok kian runtuh keadaban publiknya. Di Barat dan Amerika ada kritik bahkan cercaan tp saat kampanye. Setelah pemilu presiden terpilih kalau berbuat baik didukung termasuk oleh oposisinya. Kalau salah dikritik tapi tidak memaki.
Di Indonesia semua isi kebun binatang dialamatkan ke Presiden, bahkan sampai di mimbar khutbah keagamaan. Kebodohan mana yg engkau dustakan?
 
(Sumber: Facebook Sudarto Toto)
Sunday, September 30, 2018 - 21:30
Kategori Rubrik: