Semoga Kader Gerindra Itu Tak Menyundelkan Jabatannya

ilustrasi

Oleh : Lalu Agus Firad Wirawan

Salah satu prestasi terbaik yang diukir Presiden Jokowi pada periode pemerintahan 2014-2019 adalah di bidang Kelautan dan Perikanan.

Menteri Susi yang awalnya diragukan oleh sebagian besar kalangan karena ijazahnya hanya sampai SMP, tubuh dihiasi tattoo, perempuan perokok berat dan nyaris tak banyak dikenal sebagai 'ahli kelautan & perikanan' itu menggebrak hingga menyita perhatian seluruh negeri bahkan membuat pemerintahan sekelas negara adidaya AS dan China terbelalak!

Tuntas sudah pengabdian perempuan perkasa asal Pangandaran itu pada negeri yang dicintainya ini. Saya pun percaya, bahwa adalah Bu Susi yang meminta berhenti jadi Menteri KKP, bukan Presiden Jokowi yang tak mau memakainya lagi! Hal ini sudah terbaca sejak awal beliau menjabat, Bu Susi pernah menyatakan ditawarkan uang 1Triliun agar ia mundur dari jabatan itu!
Pertanda bahwa ia (Bu Susi) memang tak diinginkan oleh semua mafia laut dan ikan yang sudah lama sekali merajai gelapnya dunia bisnis perikanan!

Tak seperti kebanyakan orang yang menyayangkan penunjukan Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP menggantikan Bu Susi, saya percaya semua langkah politik Presiden Jokowi di periode kedua ini pastilah ada alasan logis dan pertimbangan matang. Karena politik, dimanapun itu, tak bisa dipandang sesederhana hitam-putih! Dalam politik, bahaya terbesar bukanlah kalah, tapi "terbaca" lawan! Itu sebabnya pak Jokowi tenang-tenang saja ketika sebagian besar pendukungnya marah (awalnya) pada beberapa kebijakan kontroversi yang ia buat, tapi baru manggut manggut setelah melihat hasil akhir dari kebijakan itu! Hmmm...

Demikian halnya dengan penunjukan kader Gerindra Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP menggantikan Bu Susi sang fenomenal itu, beragam tanggapan negatif terhadap kebijakan Presiden muncul. Maklum saja, bagi sebagian besar pendukung Jokowi, fitnah-fitnah keji dan aksi munafik pendukung Prabowo masih kuat terasa di ingatan mereka, tak terkecuali saya!
Itu sebabnya sesekali saya mengunggah status mempertanyakan kemana “kemaluan” mereka saat menyadari fitnah dan hoax yang mereka terlanjur tebar itu tidak terbukti kebenarannya. Alih-alih menjadi oposisi eh malah Tuan Besar Prabowo sendiri ngemis-ngemis berkoalisi dengan Pemerintahan Jokowi! Dan kini malah dengan senang hati menjadi jongos Presiden!

Apapun yang terjadi dengan politik di negeri ini, pendukung Jokowi tak boleh lengah. Karena jangankan menjadi bagian dari pemerintah, saat menjadi oposisi terkuat saja, kelompok Prabowo dan pendukungnya masih bisa leluasa bermain dengan mafia-mafia perampok harta negara! Itulah yang perlu diwaspadai!

Kini Edhy Prabowo adalah pengganti Bu Susi Pujiastuti, garda terdepan penjaga dan penjamin kesejahteraan anak negeri bernama nelayan! Belum genap 100 hari saja memimpin kementerian itu, Edhy sudah mengeluarkan statement yang patut dicurigai sebagai aksi MENYUNDAL JABATAN!
Dengan entengnya dia mengatakan kebijakan Bu Susi menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan sebagai kebijakan sia-sia! Lalu disambut dengan fitnah lain dari seseorang yang rupanya pembenci Jokowi dengan menebar fitnah bahwa Bu Susi memonopoli eksport lobster! Tapi seperti biasa, ketika langsung dihadang dengan ancaman pencemaran nama baik, orang yang sok tau itu langsung ciut dan menghapus twitt-nya! Hehehe.... Dasar sundel kadrun mulut lonte!

Tapi segera setelah dipicu twitt si mulut sundel itu, muncul masalah baru, sang Menteri dari Gerindra berencana mencabut larangan ekspor bibit lobster yang telah lama dicanangkan Bu Susi.
Tak banyak yang tahu, bibit lobster kualitas terbaik di dunia ini hanya bisa dikembangkan di perairan tengah dan timur wilayah Indonesia, dari Banyuwangi hingga Timor, Sumba dan Sumbawa, di sepanjang pesisir pulau-pulau kawan timur Indonesia ini, bertebaran ribuan pusat pembibitan benih udang dari windu hingga lobster, dan selama kepemimpinan Bu Susi di Kementerian KKP para pelaku bisnis lobster Indonesia benarbenar menikmati hasil kebijakan ini, pasar lobster dunia, setidaknya di Asia, dikuasai para pebisnis Indonesia!
Pengusaha perdagangan perikanan budidaya di Singapura selama ini dikenal paling getol menyelundupkan benih lobster ini melalui jaringan antek-antek mereka di Indonesia, ratusan penangkapan penyelundup ini membuktikan itu!

Orang Singapura lalu menjualnya ke pelaku budidaya lobster di Vietnam yang ingin menyaingi produksi Indonesia! Betapa sulitnya Singapura dan Vietnam menyaingi kedigdayaan produksi benih kita bukan?
Semua itu dikarenakan kebijakan Bu Susi yang melarang ekspor benih dengan tujuan agar produksi lobster unggul tetap dipegang Indonesia!

Lalu apa pula tujuan Menteri Edhy Prabowo si gerandong ini mau membebaskan ekspor benih yang menjadi produk unggulan Indonesia itu? Bukankah itu akan membuat harga lobster Vietnam akan menyaingi produk Indonesia karena mereka sudah lama merencanakan merebut pasar lobster dunia?
Semoga saya salah, tapi nada-nadanya lagi-lagi dia mungkin akan MENYUNDEL JABATAN yang dipercayakan padanya!!!

Dan ketika tak ada sedikit saja pendukung Jokowi yang memperhatikan kinerja Menteri dari Gerindra ini maka di penghujung esok ketika nelayan kita berteriak kalah saing oleh produksi Vietnam, saya akan berteriak: HIDUUUPPP SUNDEL!!!

Semoga saya benar, maksud pak Jokowi menempatkan Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP adalah mungkin saja untuk menunjukkan pada rakyat Indonesia bahwa kader partai besutan mantan lawan politiknya itu ternyata cuma ahli mengatur sundel menyundel amanat bangsa saja!

Sumber : Status Facebook Lalu Agus Firad Wirawan

Monday, December 16, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: