Semegah Apapun Sekolah, Keluarga Menjadi Sekolah Terbaik dan Orangtua adalah Guru Terhebat

ilustrasi

Oleh : Johan Wahyudi

Sebagus atau semahal apapun sekolah, sama sekali semua itu bukan jaminan untuk menghasilkan anak yang sholih dan sholihah, anak yang berakhlaqul karimah.

Saya berkata ini karena sudah puluhan tahun berinteraksi dengan banyak stakeholder pendidikan, bergaul dengan berbagai kalangan dari dunia pendidikan. Bisa saya simpulkan, bahwa SEKOLAH TERBAIK ADALAH KELUARGA, terutama untuk anak-anak sampai dengan usia SD.

Adalah sebuah kemustahilan jika kita mengharapkan anak-anak kita "berakhlaq baik", sedangkan di rumah orang tuanya :

● sering bertengkar
● sering marah-marah
● sering berkata kasar
● cuek pada anak2nya.

Juga menjadi "Mission (almost) Impossible" jika mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang taqwa, rajin sholat (berjamaah di Masjid bagi yang pria), mampu menghafal Qur'an dengan baik, semangat dalam menuntut ilmu terutama Ilmu Agama, cerdas dalam pengetahuan, dan terampil mengembangkan bakatnya, tapi orangtuanya :

> Cuek terhadap agama.
> Ayahnya malas sholat berjamaah di Masjid.
> Bunda juga seringkali sholat tidak di awal waktu.
> Ayah Bunda malas menuntut Ilmu Agama, menghadiri Kajian-kajian Ilmiah keislaman.
> Ayah Bunda jarang berinteraksi dengan Al-Qur'an,dsb dsb.
> Malas membaca buku
> Sering lebay di sosial media

Perlu semua orang ketahui, "Panutan anak-anak adalah orangtuanya, bukan gurunya."

Sebagian anak-anak bahkan bercita-cita ingin seperti orangtuanya. Ayah bagi seorang anak laki-laki adalah role model, sedang bagi anak perempuan Ayah adalah "first love" mereka.

Ibu... Terlebih seorang Ibu, baik anak laki-laki dan perempuan, banyak yang menjadikan sosok bundanya sebagai "malaikat pelindung".

Satu rahasia kecil, para ulama dan orang bijak terdahulu jika mendapati anaknya berbuat kurang baik, berkata tidak jujur, sulit diatur... maka pertama kali mereka akan menyalahkan diri mereka sendiri, bahkan menghukum diri mereka sendiri...

> Mengapa anak-anak saya bisa seperti ini?

> Apakah saya telah berbuat dosa?

> Apakah ada makanan haram yang saya berikan untuk anak-anak saya?

Itulah sejatinya orangtua yang baik....

Setiap ada kejadian yang kurang mengenakkan tentang buah hati, mereka langsung bermuhasabah, introspeksi, mawas diri. Bukan menyalahkan si anak, bukan menyalahkan orang lain, bukan mengkambinghitamkan sekolah dan lingkungan, walau secara keseluruhan ada juga faktor-faktor pemicu kenakalan anak-anak kita, namun "Faktor terbesar adalah kelalaian orangtuanya".

Jadi, memang baik mencari Sekolah yang terbaik untuk buah hati kita, tapi lebih dari itu semua...

"Mari kita sebagai orangtua belajar menjadi guru kehidupan buat anak-anak kita."

Guru yang akan terus dikenang baik dan buruknya oleh anak-anak kita. Guru yang tidak hanya mengantarkan anak-anak ke gerbang wisuda, tapi lebih jauh mengantarkan mereka masuk ke gerbang Surga.

Firman Allah Ta'ala dlm QS At-Tahrim (66) : 6.
"Wahai org2 yg beriman ! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yg bahan bakarnya adalah manusia dan batu; ...."

Jadi, kunci utama pendidikan anak itu ORANG TUA. Baik buruknya bersumber dari keluarga.
Semoga kita, para orang tua, menyadarinya. 

Muhasabah terkhusus untuk diri saya sendiri..

sumber : Status Facebook Johan Wahyudi

Thursday, July 2, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: