Semar Gugat Felix

Ilustrasi

Oleh : Semar Bodroyono

Membaca tulisan Felix yg berjudul, "Yang Memusuhi Ulama", Betara Ismaya merasa risau. Ia tak tenang enak2an duduk di kursi goyang sambil ngopi dan udud di pendopo Kahyangan Jonggring Saloka.

Maka turunlah Betara Ismaya ke Mayapada, dewa mangejo wantah, dg nama Lurah Semar Bodronoyo. Tujuannya adalah meluruskan tulisan Felix yg sarat dg pemutarbalikan fakta dan fitnah. Ini sangat berbahaya bagi ketentraman mayapada. Semar pun menggugat.

Semua ini tentu saja dilakukan Semar dlm kerangka ushikum wa nafsi bi taqwallah..
---------

(Felik): Selamanya, lisan ulama yang lurus takkan disukai oleh penguasa yang bengkok, kebenaran takkan pernah membuat nyaman mereka yang berbuat dzalim.

(Semar): Selamanya, lisan ulama yg bengkok, ulama suu' takkan pernah disukai oleh penguasa yg lurus. Siapa ulama suu', yakni ulama yg suka provokasi, memecah belah umat, dan suka memfitnah. Org macam itu tdk layak disebut ulama. Ulama itu menentramkan, rendah hati, ngemong umat.

(Felix): Inilah yang sekarang sedang kita hadapi, penguasa-penguasa yang ingin meneruskan syahwat kekuasaan, maka apapun yang berpotensi untuk mengancam akan dilibas.

(Semar): Inilah yg sekarang kita hadapi, ustadz-ustadz tiban, menggunakan jubah agama sbg media utk menyalurkan syahwat politik, maka apa pun yg berpotensi untuk mengancam, baik pemerintah maupun ormas Islam yg lurus, pasti akan didemo dan difitnah. Ketika libido politik sdh begitu erektif, maka instrumen pelampiasan menjadi sangat penting, agar ejakulasi dpt terjadi.

(Felix): Mereka tahu bahwa yang mereka lakukan adalah kesalahan, dan sangat takut bila kesalahannya dipertunjukkan, maka siapa saja yang berpeluang melakukannya harus dikekang.

(Semar): Mereka tahu bhw yg mrk lakukan adalah kesalahan, dan sangat takut bila kesalahannya dipertunjukkan, maka lbh baik kabur ke Arab daripada ikuti proses hukum, (wakkk..) atau setidak-tidaknya perlu istilah "kriminalisasi", agar yg salah menjadi terkesan tdk salah di mata publik.

(Felix): Maka sampai kapanpun, Islam akan head-to-head dengan kedzaliman, siapapun pelakunya, apakah individu, kelompok ataukah penguasa yang melakukannya.

(Semar): Maka sampai kapanpun, Islam akan head-to-head dg kedzaliman. Oleh sebab itu, seseorang yg mengaku ulama atau ustadz, hendaknya menjauhi perilaku dzalim dan memfitnah, karena sifat buruk seperti itu justru merusak citra Islam. Ingatlah, "Alfitnatu asaddu minal qatli" (al-ayat)

(Felix): Maka Muslim yang memahami Islam takkan tinggal diam, dia pasti akan selalu membandingkan kenyataan dengan Kitabullah dan Sunnah, sesuai atau tidak dengan panduannya.

(Semar): Maka Muslim yg memahami Islam tak akan tinggal diam, dia pasti akan menggunakan Kitabullah dan Sunnah sbg acuan utk mengajak mereka ke jalan kebaikan. "Ajaklahlah mereka ke jalan Tuhanmu dg bijaksana dan nasehat yg baik" (al-ayat).

(Felix): Islam bukan apa yang penguasa mau, apalagi penguasanya dzalim pada kaum Muslim dan ulama. Tapi Islam adalah apa yang Allah maktubkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah

(Semar): Islam bkn apa yg seperti antum mau, juga bkn apa yg seperti dlm pikiran HTI, apalagi HTI jelas pemecah belah umat, dan selalu memusuhi pemimpin negeri ini, seolah-olah tak ada sedikitpun kebaikan terhadapnya, meski ia telah berusaha sekuat tenaga membangun negeri yg kita cintai. Kritik terhdp pemimpin itu boleh, tapi hrs proporsional dan tdk urakan. Tampaknya, kebencianmu kpd pemimpin negeri ini membuatmu bertindak tidak adil dan berpikiran sewenang-wenang.

(Felix): Hari ini kita mendengar kabar salah satu ulama kaum Muslim yang selama ini lurus lisannya, jelas keberpihakannya, juga ikhlas dalam dakwahnya, kini jadi tersangka

(Semar): Hari ini kita mendengar kabar seseorang yg katanya ulama, tapi menebar berita bohong, yg menyebut bhw 200 juta org asing akan menduduki Indonesia, lalu rakyat Indonesia akan dibuang ke laut, itu bkn ulama yg lurus lisannya, bkn pula ikhlas dlm dakwah. Tapi saya setuju, keberpihakan dia memang jelas, yakni kepada HTI perongrong NKRI.

(Felix); Tuduhannya pasti itu-itu lagi, "menyebarkan kebencian", "SARA", "intoleransi", "paham radikal", "anti-NKRI", "anti-Pancasila" dan segala yang bisa dikarang-karang

(Semar): Tuduhannya pasti itu-itu lagi. Saya sendiri juga heran, memangnya tidak bisakah mereka berdakwah dg cara yg menyejukkan? Menentramkan? Dan memberikan nasehat yg baik?

(Felix): Bagaimana kita tidak yakin bila deradikalisasi yang dimaksud penguasa sekarang sejatinya adalah de-Islamisasi? Lha, yang justru dijerat adalah para ulama dan kelompok Islam

(Semar): Bagaimana kita tdk yakin bhw antum memang benar2 telah terperosok pada kesalahan2 berpikir (intellectual cul-de-sac) karena terlalu over generalitation. Antum mengambil satu dua kasus lalu antum tarik generalisasi. Itu namanya kesalahan berpikir bro. Antum telah menjadi pembela kemunkaran.

Ada jutaan ulama yg baik dan jujur. Beliau semua baik2 saja. Tapi ada satu dua ustadz tiban yg jadi tersangka, mulut antum nerocos gak ketulungan..seperti hombreng..

(Felix): Jadi yang dianggap musuh negara saat ini, sejatinya adalah "musuh penguasa", siapapun yang bisa mencegah berkuasanya kembali mereka, maka ia musuh, yakni para ulama

(Semar): Jadi yg dianggap musuh negara sejatinya adalah ulama suu' dan ustadz macam antum, yg selalu memprovokasi umat utk membenci pemimpinnya. Ingat, "ath'iullaha wa athiurrasul wa ulil amri minkum" (al-ayat).

(Felix): Doakan Ustadz Zulkifli Muhammad Ali dalam kebaikan, ujian yang didapatkan jadi kemuliaan. Mereka punya makar, Allah juga punya, dan kita lihat mana lebih kuat

(Semar): Doakan semoga proses hukum berjalan adil dan transparan. Semoga Allah memberikan jalan, yg bathil tampak bathil dan yg benar tampak benar. Tak perlu bertanya mana yg lbh kuat, karena Allah pasti lbh kuat, krn Dia Dzat Yang Maha Kuat.

Terakhir, saya ingin mensitir sebuah hadits yg diriwayatkan dari Abi Hurairah, bhw Rasulullah bersabda, "Barangsiapa keluar dari ketaatan (kpd pemimpin) dan memecah belah jamaah, lalu dia mati, maka dia mati dlm keadaan jahiliah" (HR. Muslim).

Felix.. antum suka ngopi..?!

Sumber : Status Facebook Semar Bodronoyo

Monday, January 22, 2018 - 11:45
Kategori Rubrik: