Semakin Cantik Wanita Semakin Berbahaya

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Ada pepatah China yang mengatakan...:

"Semakin cantik seorang wanita..., semakin bahaya dirinya...; tetapi wanita dengan kepintaran dan kecantikannya..., adalah kedahsyatan sesungguhnya...".

Pepatah itu bisa dimaknai dua arah...:

Wanita yang pintar dan cantik..., bisa menjadi landasan dari kesuksesan pria..., atau sebaliknya keterpurukan pria.

Bahkan..., seorang Genghis Khan tidak akan menjadi tokoh hebat di dunia. .., tanpa seorang wanita yang cantik dan cerdas bernama Borte.

Shiva tidak akan menjadi sempurna tanpa Durga..., dan banyak sekali contoh lain dalam sejarah dunia

Kali ini kita tidak akan membahas kisah cinta tentunya..., tetapi mengulas pentingnya menyadari peranan wanita dalam kehidupan manusia dan dalam sebuah peradaban.

Para wanita harus menyadari..., betapa pentingnya peran mereka sebenarnya.

Dalam ajaran leluhur...., kita mengagungkan peran seorang wanita.

Seorang ibu selalu menjadi tonggak utama pembentuk mentalitas peradaban..., karena mereka yang melahirkan dan menjadi guru pertama bagi anak - anak mereka.

Pembentukan mental dilakukan dari seorang ibu...; melalui DNA..., perawatan..., interaksi..., maupun kasih sayang.

Karena..., ibu lah yang akan lebih banyak berada bersama dengan anak-anaknya

Dalam penelitian DNA..., kecerdasan juga lebih dominan ditentukan oleh pengaruh genetika seorang ibu dibandingkan bapak.

Itu sebabnya ada ungkapan...; jika ingin anak yang cerdas..., pilihlah wanita yang cerdas

Mentalitas..., adalah sebuah dasar dari terbentuknya peradaban yang bersahaja dan mengacu kepada kebijaksanaan.

Itulah sebabnya peran ibu selalu diagungkan dalam peradaban-peradaban besar di dunia.

Wanita..., harus menjadi pemeran utama dalam peradabannya.

Ini bukan soal matriarki atau patriarki..., tetapi fungsi dari energi feminim dalam keseimbangan.

Alam semesta sendiripun..., terlahir dari kegelapan sebagai landasan

Peran seorang ibu adalah segalanya...; pendidik..., pemelihara..., wadah..., pengayom..., pembimbing..., dan pembentuk koridor perilaku berdasarkan kealamian.

Itu semua karena wanita memang didominasi oleh intuisinya..., bukan logikanya.

Ini adalah sifat dasar wanita.

Itu sebabnya dalam strategi perang masa lalu..., cara merusak sebuah peradaban adalah dengan merusak para wanitanya..., karena mereka adalah para calon ibu yang akan menjadi tumpuan utama mentalitas peradabannya

Jika ibunya bermental buruk..., maka begitu juga anak-anak mereka.

Peradaban dengan kondisi ini..., akan memiliki "lost generation"..., dan itulah kelemahan terbesar sebuah bangsa.

50 tahun..., cukup untuk menciptakan lost generation bagi sebuah peradaban

Dengan cara itu..., peradaban akan terpuruk dengan sendirinya..., karena lost generation menciptakan keturunan yang juga berkondisi sama atau lebih buruk..., multiplikasi terjadi dengan sendirinya.

Para wanita harus menyadari hal ini..., mereka adalah tumpuan kehidupan peradaban..., pembentuk mentalitas utama dari keturunan.

Mereka..., adalah pendidik utama tentang prinsip sebuah peradaban.

Peranan itu..., bukan peranan yang sederhana

Tidak akan ada ksatria..., yang terlahir tanpa ibu yang memegang teguh prinsip peradabannya.

Itu sebabnya wanita adalah tonggak dan tumpuan dari mentalitas sebuah peradaban.

Lihat dalam skala lebih besar..., bahkan tidak akan banyak pria berkualitas tanpa semua wanita menyadari fungsi sejati dirinya

Apa yang terjadi saat ini..., tentunya kita dapat menyimpulkan sendiri..., bagaimana peranan wanita dalam peradaban ini.

Terlalu panjang jika diuraikan..., tapi kita semua bisa merasakan sendiri..., karena kita hidup dalam peradaban ini bersama

Ketika para wanita Indonesia kehilangan prinsip dan budayanya..., maka mereka melahirkan anak-anak yang semakin tidak mengenal keluhuran budaya negerinya sendiri.

Dan ini telah ratusan tahun terjadi di negeri ini

Banyak wanita cantik dan pintar terlahir dalam peradaban ini..., tetapi sekali lagi ketika mereka tidak memiliki kemampuan memegang prinsip peradabannya..., maka begitu juga keturunan mereka

Wanita Indonesia yang harus lebih cepat bangkit dan menyadarkan diri..., karena perubahan generasi berikutnya hanya bisa dilakukan jika para wanita sadar akan peranan dan fungsi sejatinya sebagai pembentuk mentalitas peradaban.

Bangsa ini sudah terlalu lama mengalami keterpurukan..., karena mentalitas yang buruk.

Sudah waktunya para wanita menyadari fungsinya dalam peradaban..., dengan memahami sempurna tentang keluhuran budaya negeri sendiri.

Rahayu

Saturday, November 21, 2020 - 14:30
Kategori Rubrik: