Seleksi Penceramah

Oleh: Badru Salam
Jika kita kaji sejarah bagaimana peranan masjid di zaman Rasulullah SAW dan salafussoleh (300 thn selepas Rasulullah), akan nampak betapa masjid telah mengambil peranan dan memberi jasa yang sangat besar pada pembangunan masyarakat Islam, dimana salah satu fungsi mesjid adalah sebagai Gudang ilmu dan Kebaikan. Imam yang dipilih bukan sembarang imam. Guru yang mengajar bukan sembarang guru, karena guru-guru yang mengajar di waktu itu adalah tokoh-tokoh besar di zamannya.
Sewaktu jaman Khalifah 'Ali bin Abi Thalib kw. ada seleksi super ketat untuk memilih para Pengajar dan Penceramah mesjid, baik secara keilmuan ataupun pribadinya. Dan salah satu pertanyaan yang sering "menggagalkan" calon Penceramah/guru itu adalah :
 

 

"Apa yang merusak manusia..?"
Dan jika mereka gagal seleksi, maka Amirul Mukminin 'Ali akan berkata, "Engkau tidak layak untuk mengajar..!"
Suatu ketika, di salah satu sudut masjid ada seorang anak berusia 12 tahun yang sedang mengajar. Padahal yang sanggup mengajar di masjid waktu itu bukan sembarang orang. Sebagai guru, tempat duduk dia lebih tinggi dari murid-muridnya yang duduk di lantai beralaskan karpet. Bukan sekadar untuk menghormati guru tetapi juga untuk memuliakan ilmu. Murid-murid yang mendengar kuliah anak itu sudah tua-tua.
Sayyidina 'Ali terkejut melihat anak kecil itu lalu berkata, "Aku ingin bertanya satu pertanyaan, kalau engkau dapat menjawabnya, maka engkau boleh terus mengajar, kalau tidak engkau tidak layak untuk mengajar di masjid ini. Pertanyaanku adalah apa yang merusakkan manusia..?"
Anak kecil itu menjawab, "Yang merusakkan manusia adalah karena cinta akan dunia (hubbud dunya).."
Sayyidina 'Ali terkejut mendengar tepatnya jawaban tersebut, karena cinta dunia merupakan ibu kejahatan.
Akhirnya Sayyidina 'Ali pun berkata kepada anak kecil itu, "..Mulai hari ini kupersilahkan kamu untuk mengajar di depan mereka di Mesjid ini..!"
Dan anak kecil itu adalah HASAN BASHRI, yg di kemudian hari mendapat gelar "Afdhalut Tabi'in" (Tabi'in paling utama).
Nama aslinya adalah Hasan bin Yassar. Hasan ini dibesarkan oleh Ummu Salamah (istri Rasulullah SAW) sejak bayi, bahkan disusuinya. Hasan adalah anaknya budak Ummu Salamah. Dan selanjutnya, Hasan ini mendapat didikan dari para Sahabat utama di mesjid Nabawi, yaitu: 'Utsman bin Affan, 'Ali bin Abi Thalib, Abu Musa al-Asy’ari, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Anas bin Malik, Jabir bin Abdillah, dll.
**
Jadi kalo ada yang merasa sebagai ustadz atau ulama, terus gak setuju diseleksi (sertifikasi), ya berarti ia gak faham qaul para Sahabat dan Tabi'in.. kenapa Penceramah dan juga guru ngaji itu harus diseleksi dengan sangat ketat dan hati-hati..
Mungkin "keulamaan" nya harus dipertanyakan serta diuji lagi, jangan-jangan palsu.. hahaha.
Semoga...

(Sumber: Facebook Badru Salam)

Friday, September 11, 2020 - 22:45
Kategori Rubrik: