Selayang Pandang Islam Nusantara

ilustrasi

Oleh : Abdulloh Faizin

Memahami Islam Nusantara itu mudah dan simpel sebenarnya mengapa ? karena Istilah Islam Nusantara itu hanya narasi untuk menggambarkan sebuah hal yang relistis dan praktis tentang ritualitas ibadah dan kegamaan yang telah dilakukan oleh para leluhur beberapa abad yang lalu berdasarkan metode kegiatan dakwah wali songo hingga sekarang yakni menggabungkan atau meng-kolaborasikan adat budaya atau urf dengan sakralitas transendental nilai kegamaan.

Jika pun ada yang masih memandang istilah dan implementasi islam Nusantara anti arab benturan dengan Islam dan nilainya berarti ia telah lupa mengingkari sejumlah ritualitas kegiatan doa doa dan dzikir dzikir ( Tahlilan) atau adat budaya keislaman itu sendiri seperti kupatan anjangsana saat hari raya dan Lay yang ia lakukan sendiri selama ini. Atau mungkin karena pemahamanya terhadap istilah itu hanya sepenggal sepenggal dan tidak menyeluruh tentang tarif dan pendefinisian Islam Nusantara yang benar dari para ulama. Yang kita khawatirkan adalah munculnya dislogika dan irasional berfikir cacat silogisme dan pemaknaan yang digaungkan pembenci Islam Nusantara dan orang orang yang tidak bertanggungg jawab karena tidak punya otoritas pemahaman yang jelas.

Inilah kesalahan dan kegagalan menerima informasi yang berlaku bagi orang awam dan penolakan orang pandai dengan hasud yang tinggi. Mengapa harus di luruskan ? agar tidak terjadi kesalah pahaman dan membenci Islam Nusantara dengan membabi buta. Yang jelas dititik klimaksnya Islam Nusantara adalah diskripsi narasi karakter Islam damai selaras dengan karakter lokal kearifan budaya yang baik yang tidak berlawanan syariat serta kedamaian bukan bagian dari Aqidah baru pemahaman baru pecahan baru dari Islam.

Oleh karena itu penyusunan kitab ini membantu untuk menjelaskan dan mengarahkan serta meluruskan padangan yang tidak tepat terhadap devinisi esensi dan intistas kebenaran islam Nusantara menurut puluhan lebih dari para Ulama Masyayih, habaib dengan kehebatan keilmuan dan kealimanya yang tidak diragukan lagi disertai artikel dan disertasi ilmiah dari hasil perdebatan para cendekiawan serta peneliti yang menemukan kebenaran realitas fakta islam Nusantara itu dan beberapa Kalam takoh tersebut antara lain sbb.

“Islam Nusantara ialah faham dan praktik keislaman di bumi Nusantara sebagai hasil dialektika antara teks syariat dengan realita dan budaya setempat.” (KH. Afif Muhajir Pengasuh PP. Mahad Ali Pasuruan.)

“Di antara mereka ada yang menafsirkannya dengan islam yang dibawa oleh wali singo, yaitu yang sesuai dengan adat-istiadat orang Jawa (maksudnya Indonesia secara umum; karena penggunaan lafal jawa digunakan untuk jawa dan sekitarnya/Nusantara). Tidak ada kekerasan, dan sikap kaku. Justru mereka menggunakan metode dakwah dengan kelembutan dan toleransi” (Prof. Dr. Habib Abdullah Bin Muhammad Baharun)

"Islam nusantara bukan mazhab baru, firqah dan aliran baru. Islam nusantara menjadi ciri khas Islam-nya orang-orang nusantara, yaitu melebur secara harmonis dengan budaya nusantara, syarak, kearifan yang tak melanggar syarak, digunakan untuk dakwah Islam di nusantara," (PBNU KH Said Aqil Siraj MA).

Demikian semoga buku Ini barokah dan manfaat bagi kami dan generasi penerus.

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Friday, July 10, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: