Selanjutnya Terserah Denny

ilustrasi

Oleh : Karto Bugel

Seri Telkomsel

Anggap kita sepakat bahwa kerahasiaan atas data pribadi pelanggan dalam perkara Telkomsel yang saat ini sedang heboh, adalah hal paling penting.

Dia bocor, maka kredibilitas Telkomsel hancur, bisnis bubar.

Seandainya anda adalah pelanggan setia Telkomsel, kemudian anda diberitahu bahwa hal paling penting itu ternyata bukan prioritas sehingga hanya perlu dijaga oleh karyawan outsourcing, apakah anda masih akan tetap percaya dan memilih Telkomsel sebagai provider anda?

Sekarang kita balik.

Seandainya anda adalah pemilik Telkomsel, apakah anda akan mempercayakan hal paling penting dan paling sensitif dari perusahaan yang bernilai triliunan itu kepada seorang outsourcing yang bukan siapa-siapa?

Dua peristiwa yang sangat kontradiktif dan dua-duanya tidak masuk akal.

Intinya, tak mungkin pegawai rendahan punya akses ke tempat sangat penting kecuali diberi ijin atau bahkan diperintah oleh yang memiliki otoritas. Jejak si pemilik otoritas pasti ada dan tertinggal disana.

Sekarang kita lihat apa yang telah diambil dalam keterangan tersangka kepada penyidik saat diperiksa.

"Yang bersangkutan tidak menyukai DS karena telah dibully akun medsos dari pendukung DS," ujar Kasubdit I Dittipitsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Reinhard Hutagaol, saat konferensi pers, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Anggap saja semua benar adanya. Anggap saja itu adalah kejadian yang sebenarnya tanpa rekayasa.

"Apa yang akan terjadi?"

Semua pelanggan Telkomsel akan hengkang karena tahu dengan pasti bahwa kerahasiaan pribadi pelanggan memang bukan hal penting bagi Telkomsel dan itu diakui dan dibenarkan sendiri oleh Telkomsel.

Buktinya adalah pengakuan tersangka dalam BAP penyidik diamini dan juga tidak disanggah, padahal tersangka tidak dapat berdiri sendiri atau masih menjadi tanggung jawab Telkomsel.

Denny Siregar akan tetap melanjutkan perkara ini karena pengakuan tersangka tidak serta merta menggugurkan kelalaian Telkomsel, dan fakta bahwa keluarga Denny Siregar masih tetap terancam, juga tidak gugur hanya dengan pengakuan tersangka.

Perkara akan terus berjalan dan Telkomsel adalah pihak tergugat, bukan tersangka FDH yang saat ini ditangkap.

Denny Siregar akan memiliki kesempatan besar memenangkan gugatan tersebut dan disisi lain Telkomsel sepertinya akan bangkrut. Gugatan bernilai besar dan ditinggal pelanggan adalah penyebabnya.

Kenapa Denny menang, karena FDH adalah kunci kemenangan itu. FDH, bila sesuai dengan apa yang disampaikan dalam BAP penyidik, telah mengesahkan kesalahan fatal Telkomsel. Kelalaian yang menyebabkan kerugian pada pihak lain.

Kenapa Telkomsel bangkrut, karena kerugian Denny adalah kerugian immaterial yang tak memiliki ukuran spesifik. Suka-suka Denny dan pintarnya pengacara mau minta berapa.

"Benarkah Telkomsel sebodoh itu?"

Tidak. Akan ada cerita lain. Bisa menjadi cerita apa saja. Ibarat kertas kosong, gambar sedang akan dilukis. Menjadi seperti apa gambar itu, pertunjukan sedang dimulai.

"Apa yang kita (masyarakat) harapkan?"

Semua isu yang telah terang benderang ini dibuka lebar, selebar-lebarnya. Para radikal yang kemarin sering dijadikan tamu kehormatan adalah pintu masuk sempurna untuk membubarkan kegilaan management Telkomsel.

Ibarat kartu domino, kejatuhan ini akan seperti pertunjukan menyenangkan. Mereka jatuh satu demi satu tanpa dapat berkelit.

"Adakah kemungkinan lain?"

Nasionalisme Denny Siregar, sudah gitu saja tanpa koma.

Rahayu
Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Monday, July 13, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: