Selamat Jalan, FPI

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Front Pembela Islam, namanya keren, seolah islam yg mayoritas ini ada yg berani ganggu. Alih-alih membela, justru mereka penista islam yg sesungguhnya. Sejak kehadirannya entah kapan, saya tdk tertarik kapan mereka lahir, karena fokus kita kapan mereka segera mati tanpa ada aktifitas yg selalu membuat onar saja.

Sejak mereka hadir, menjadi satpol PP bulan ramadan, orang jualan disweeping, dan melakukan perbuatan tak elok lainnya. Imam besarnya yg mengaku imam umat islam (entah siapa dan sejak kapan dia diangkat) mulutnya busuk menebar bau. Menghina ulama NU bahkan Gurdur dilecehkan, kelihatan sekali NU dan MU mau di marjinalkan, islam Indonesia masuk pada fase baru, fase islam caci maki. Bersamaan dgnnya masuk pula ajaran-ajaran yg tak kalah kasarnya, penampilan yg menonjolkan eksklusifisme, pemurnian islam katanya. Pembid'ahan, pengkafiran digencarkan kepada kelompok yg tak sefaham, mereka seolah mengambil hak Tuhan, membagi kavling surga dan yg tak sefaham dianggap penghuni neraka.

 

Kini FPI izinnya akan habis pada Juni tahun ini, bersamaan dgn itu sudah beredah 40 ribuan tanda tangan petisi yg tak ingin FPI ada lagi. Alasan penolakannya jelas, bahwa sumber kegaduhan berdalil agama ini harus dihentikan. Indonesia tak butuh ormas yg tak ada guna-gunanya. Bila mewakili islam sudah cukup ada NU dan MU yg mumpuni. Jadi tak ada lagi alasan izinnya bisa diperpanjang, entah pula kalau ada pertimbangan lain yg bisa diajak kerjasama, karena konon setiap demo ada biaya yg dikeluarkan apakah FPI sendiri atau Polisi yg menangani demo. Jadi kalau sudah soal uang keluar masuk, alasannya bisa juga keluar masuk pula dan malah kadang tak masuk diakal.

Semoga kali ini lembaga yg mengeluarkan izin lebih berakal, bukan akal akalan karena ada imbalan.

Selamat jalan FPI, kalian tak pantas lagi ada disini, apalagi berkedok membela agama, islam tak perlu dibela, islam sudah digdaya, hanya orangnya saja yg kebanyakan gaya, sampai kadang lupa mana agama, mana yg cuma pinjam nama.

Islam agama tahmatanlilalamin, jangan diurus oleh orang yg cuma ngurusi kelamin.

 

(Sumber: facebook Iyyas Subiakto)

Wednesday, May 8, 2019 - 22:15
Kategori Rubrik: