Selamat Imlek, Dokter Lo!

Oleh: Mas Sony

 

Suatu ketika pada Tahun 1983. Saya seorang mahasiswa yg tinggal di rumah kost di daerah kampung kepatihan kulon Solo. Sebagai mahasiswa tentulah kehidupan kami sangatlah bersahaja. Uang saku dari orang tua kami di desa hanyalah cukup untuk hidup dan berkuliah apa adanya. Ongkos angkuta atau bus kota ke kampus, makan sehari 2X dan sekali kali juga foto copy. Tidak ada pos anggaran berobat jika suatu saat jatuh sakit.

Tetapi sebagai mahluk biologis yg namanya sakit itu ternyata datang juga. Saat saya sakit, sama sekali tidak ada uang untuk berobat, tiga hari saya mencoba bertahan melawan sakit perut dan demam yg menyerang saya. Karena mengkhawatirkan keadaan saya saat itu, teman se kost saya (Bambang Prasetiyana - skr menjadi dokter) memaksa saya untuk periksa ke dokter. Bambang saat itu punya uang 15.000 rupiah dan saya masih punya sisa uang 5000 rupiah yg seharusnya untuk keperluan makan dan transportasi selama seminggu.

 

 

Dengan Vespa bututnya yg berwarna biru, Bambang menyeret saya ke tempat dokter praktek di daerah Jagalan Jebres Solo. Saya tidak tahu nama dokter itu. Yang jelas setelah menunggu giliran yg cukup panjang tibalah giliran saya untuk diperiksa. Tanpa banyak basa basi dan tata krama yg dibuat buat, dokter itu segera menangani dan memeriksa badan saya sesuai dg keluhan keluhan simtomatik yg saya kemukakan kepadanya.

Diakhir pemeriksaan sahabat saya Bambang Prasetiyana bertanya kepada pak Dokter "pinten dok ?". 
"Apanya yang pinten" dokter itu balik bertanya. 
"Ongkos periksanya dok"
"Oh ndak usah Bayar, kamu punya uang berapa?"
"Kami berdua masih punya uang 20.000 ribu dok"
Tiba tiba dokter itu membuka salah satu laci dari meja tempat berpraktiknya seraya mengambil sesuatu dan mengulurkannya kepada kami. "Ini nanti untuk nambahi beli obat, yen ono turahe kanggo maem". Dokter itu memberi kami uang ! "Kalian kos dimana " dokter itu bertanya kembali. Di Patihan kulon Dok, jawab kami. Saya mbatin kok dokter itu mengerti kalau kami anak kost.
Dan kamipun berpamit dengan sejuta astaga, beribu terima kasih serta pelajaran hidup yg sangat bermakna.

Dokter itu salah satu dari anak bangsa Indonesia yg kebetulan beretnis Tionghoa. Dia bernama Lo Siaw Ging atau yg kondang disapa sebagai Dokter Lo. Hingga saat ini dr Lo masih tinggal di Jagalan Jebres Solo. Kabarnya setahun belakangan ini dr. Lo terkena serangan stroke dan alhamdullilah sudah mulai membaik (dan semoga terus membaik). Dan hebatnya lagi dalam kondisinya pasca stroke dan dalam usianya yg sudah sepuh, Dr. Lo masih memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma cuma kepada pasien yg datang kepadanya.

Selamat Tahun baru Imlek pak Dr. Lo semoga berkat Tuhan yg maha Esa senantiasa memberkatimu. Sehat selalu dan panjang umur Dr. Lo.

 

(Sumber: Facebook Mas Sony)

Monday, February 19, 2018 - 22:00
Kategori Rubrik: