Sekolah Fiqih

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat, Lc,MA

Meski di masa pandemi kita tidak bisa berkumpul, namun belajar agama Islam masih tetap bisa kita lakukan. Tentu formatnya menjadi belajar secara online dari rumah.

Kebetulan memang saya sejak dulu terobsesi untuk mendirikan kampus online, karena menggabungkan dua unsur yaitu pengajian dan kuliah, ditambah satu lagi yaitu teknologi.

1. Beda Dengan Kampus Biasa

Kalau dibandingkan dengan kampus biasa yang konvensional, Sekolah Fiqih ini juga lebih simple juga. dimana para dosen dan mahasiswanya bisa saling berinteraksi lewat jalur online.

Tidak perlu membangun gedung kampus, ruang kuliah, kantor, perpustakaan, asrama, kos-kosan, kantin, bahkan juga tidak perlu datang ke kampus. Semua bisa dilakukan secara jarak jauh, dimana pun kita berada dan kapan pun sempatnya kita.

2. Beda Dengan Pengajian

Dibandingkan pengajian konsepnya punya kesamaan dan perbedaan. Kesamaannya adalah sama-sama belajar agama Islam.

Namun perbedaannya, ada kurulikulum yang terstruktur, ada smester, ada mata kuliah, ada dosen yang menguasai bidangnya, bahkan ada sesi-sesi pertemuan, termasuk soal ujian.

Dengan demikian, apa yang kita pelajari itu bukan sekedar masuk kuping kiri masuk kuping kanan, tapi benar-benar pernah mendarat di benak dan sanubari. Bahkan ada nilai ujian yang bisa mengukur tingkat pencapaian kita.

Lalu seperti apa detailnya?

Nah, saya akan jelaskan besok Kamis pagi jam via zoom. Akan saya ajak juga para ustadz yang jadi dosen pengampu setiap mata kuliah.

Sekolah Fiqih di Masa Pandemi
Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc., MA

Saturday, May 2, 2020 - 16:30
Kategori Rubrik: