Sekolah 3 Hari

ilustrasi

Oleh : Ditya

Hhmmm..iya sih sekilas terlihat bagus tapi bagi siapa?

Anak sekolah 3 hari, bagi keluarga keluarga mampu dan mapan secara ekonomi dan terdidik adalah peluang. Mereka bisa memberikan kegiatan ekstra diluar sekolah, misal masuk klub olahraga, kursus musik, eksplore ke museum atau tempat2 bersejarah, bersosialisasi. Belum lagi kalau dirumah tersedia fasilitas wah, transportasi tersedia maukemana tinggal jalan, wifi lancar, laptop, alat alat musik. Mereka bisa mengeksplotasi segala peluang untuk meningkatkan potensi diri. Orang tua tinggal mengarahkan dan mengawasi. Yang penting ada uang, maka mengisi 3 hari kosong setiap minggu cukup efektif. Kalau bosan bisa refreshing.

Bagaimana dengan anak anak dari keluarga yg pas pasan cenderung kurang mampu?. Bayangkan orangtuanya setiap bangun pagi sudah harus berjibaku memikirkan apa yg akan dimakan hari ini belum lagi tagihan tagihan. Dirumah paling hy ada hape android, televisi sederhana. Mereka tidak akan sempat memikirkan kegiatan apa yg akan diberikan ke anaknya utk mengisi 3 hari kosong. Alih alih meningkatkan kreatifitas dan potensi anak, mungkin mereka akan ajak anaknya utk mencangkul di sawah, berjualan di pasar atau memulung, atau ujung ujungnya bodo amat si anak mau ngapain yg penting nggak celaka aja. 

Kalaupun orangtuanya pegawai kantor pas pasan saja ya mungkin mereka akan membiarkan anaknya di rumah saja, terserah mau ngapain toh hari libur. Bisa saja si anak akan seharian menghabiskan waktunya bermain game, ngeluyur kemana saja, kongkow kongkow dgn temannya menghabiskan waktu. Yah mungkin hanya sekian persen yg bisa memanfaatkan 3 hari kosong dengan baik.

Sekolah yg sudah bagus memang tidak diukur dari berapa lama dalam seminggu tapi bagaimana kurikulum itu efektif sehingga anak anak senang bersekolah, senang belajar dan senang bersosialisasi. Kita pendidikan dasar saja masih kalang kabut, jadi ubah dulu pola dasarnya baru setelah itu berinovasi. Sekolah itu bukan sekedar prinsip "nilai matematika saya 4 dan saya bisa hidup". Lha kalau prinsipnya gitu, ikutin aja hidup nenek nenek kita, jangankan matematika, membaca dan sekolah aja mereka tidak bisa tapi masih bisa hidup.

Oya selain kemampuan mengisi hari libur yg berbeda beda, jangan lupa bagaimana sambatnya ibu ibu ketika anak libur satu bulan, uang jajan dan entertain membengkak

Sumber : Status Facebook Ditya

Friday, December 6, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: