Sekilas Info Kereta Cepat Bandung-Jakarta

Oleh: Aldie Alkaezzar
 

1. Panjang rel kereta 150.5 km dengan waktu tempuh non stop sekitar 45 menit melalui 4 stasiun (Halim - Kerawang - Walini - Gedebage). Area di sekitar stasiun ditetapkan sebagai TOD (Transit Oriented Development) yang rencananya akan dibangun pusat keramaian. Ke depannya, trek HSR akan tersambung dari Gambir dan Manggarai sebelum menuju stasiun Halim.

2. KCIC akan memiliki 11 EMU (Electric Multiple Unit) dimana 1 EMU terdiri dari 8 gerbong dan dapat mengangkut 583 penumpang dengan kecepatan mencapai 300 km/jam. Waktu operasi kereta cepat direncanakan 18 jam/hari.

3. Dari 150 km, tipikal strukturnya akan dibuat sebagai berikut:
- Cutting (rel berada di cekungan) = 16.6 km
- Embankment (rel dibuat di atas timbunan) = 40.5 km
- Tunnel (rel melalui terowongan) = 22.9 km
- Bridge (rel di atas jembatan) = 70.5 km

4. Perencanaan wilayah TOD:
- Halim : 25 ha, direncanakan dibangun tempat parkir bertaraf internasional dan dilengkapi dengan pusat-pusat perbelanjaan.
- Karawang : 250 ha, direncanakan sebagai pusat bisnis, pembangunan kota mini yang mengusung konsep industrialisasi
- Walini : 1270 ha, direncanakan sebagai pusat hiburan seperti pembangunan Disneyland, Legoland, Universal studio, teater musikal. Juga ada health center, university, riset, pusat suvenir dan budaya
- Gedebage : 400 ha, direncanakan untuk depo kereta cepat, pusat perbelanjaan dari UKM-UKM/ekonomi kreatif dan pusat ICT (Information Communication Technology) / kota teknopolis.

5. Stasiun Halim akan terhubung dengan LRT Jabodetabek sementara stasiun Walini ataupun Gedebage akan terhubung dengan LRT Bandung yang pengerjaannya juga diserahkan ke KCIC.

6. Pengembangan TOD diperkirakan akan menyumbang hingga 26 persen total pendapatan KCIC. Sementara pendapatan dari hasil penjualan tiket sebesar 74 persen. Diharapkan pendapatan dari pengembangan TOD bisa menutup arus keuangan yang negatif dalam 10 tahun pertama kereta cepat beroperasi. Selama 10 tahun pertama, konsorsium KCIC dibebaskan dari kewajiban membayar bunga dan cicilan (grace period) sesuai proposal yang diajukan oleh China.

7. Perkiraan penciptaan lapangan kerja langsung
- Periode konstruksi Kereta Cepat 39.000 orang selama 3 tahun
- Periode konstruksi TOD mencapai 20.000 orang selama 15 tahun
- Periode operasional TOD sekitar 28.000 orang selama 25 tahun

8. Perkiraan kontribusi PPN saat masa :
- Konstruksi kereta : 451 Juta USD selama 3 tahun 
- Konstruksi pengembangan TOD : Rp. 7 Triliun selama 15 tahun.

9. Dana yang dikeluarkan oleh konsorsium BUMN Indonesia adalah sekitar 825 juta USD. Dengan local content sebesar 60%, maka salah satu perusahaan yang kejatuhan berlian adalah WIKA Beton, anak usaha dari WIKA, yang diperkirakan akan menjadi penyuplai kebutuhan beton antara 400-600 juta USD. Di lain tempat WIKA Realty disasar untuk membangun kawasan perumahan/hunian.

10. Perkiraan jumlah kendaraan yang melalui tol cipularang adalah 140.000 / hari, sementara kereta api menyumbang taffic sebesar 2000 - 2500 penumpang / hari. Diasumsikan jumlah penumpang Jakarta-Bandung yang akan beralih ke kereta cepat pada 2019 sebesar 28.885 orang per hari.

11. Pengembalian investasi diprediksi akan mencapai 42 tahun bila mengandalkan tiket semata, namun dengan TOD, bisa ditekan hingga menjadi 25 tahun hingga 30 tahun.

12. Untuk gambar allignment trek, rencana penampang stasiun, sketsa maket TOD dan info terkait lainnya bisa dilihat di gambar terlampir di bawah ini.

Referensi:

http://bisnis.liputan6.com/…/ini-fasilitas-yang-bakal-diban…
http://bisnis.liputan6.com/…/kejar-untung-kcic-bakal-bangun…
http://industri.bisnis.com/…/kereta-cepat-kawasan-tod-kcic-…
http://bisnis.news.viva.co.id/…/731916-ada-disneyland-dan-u…
http://www.beritasatu.com/…/343213-wika-beton-melaju-bersam…
http://ksp.go.id/siaran-pers-perkembangan-kereta-api-cepat…/
http://tarulh.jakarta.go.id

Thursday, February 11, 2016 - 13:30
Kategori Rubrik: