Sekelumit Kisah Penangkapan Ongen

 

Oleh: Dyah Kartika Rini Djoemadi

Akhirnya pemilik akun @ypaonganan ditangkap polisi. Pagi hari pukul 06.00 WIB, Kamis (17/12/2015), ia ditangkap di kediamannya di Jalan Rambutan Pejaten. Polisi bergerak setelah melacak posisi Ongen dari IP address akun twitternya. Penangkapan Ongen dipilih pada pagi buta karena polisi memastikan Ongen tidak sedang beraktivitas. Polisi mengandalkan akun twitter Ongen dalam posisi berhenti di satu tempat.

Saat ditangkap, Ongen masih tidur. Sempat melakukan perlawanan tapi polisi bisa meringkusnya. Ongen sempat berteriak sembari menyebutkan nama-nama pejabat yang ia kenal baik. "Saya orangnya KSAL," kata Ongen teriak-teriak. Tapi polisi berkilah "ini tulisanmu enggak? Ini gak ada kaitannya dengan KSAL". Setelah Ongen tak bisa mengelak dengan bukti-buki cuitan yang disodorkan polisi, akhirnya Ongen dibawa ke mobil.

Di dalam mobil Ongen masih mengelak dan minta agar diperbolehkan telepon petinggi angkatan laut. Polisi tak meluluskan karena perkaranya tak ada kaitan dengan angkatan laut. Lagipula handphone sudah disita sementara sebagai alat bukti. Pagi itu juga Ongen dibawa ke Bareskrim Mabes Polri. Tanpa waktu panjang Ongen langsung diperiksa. Ia ditempatkan di tahanan sementara Bareskrim.

Polisi menyita sejumlah handphone dan laptop milik Ongen. Jumat (18/12/2015) uji forensik digital alat bukti sudah selesai. Diperkirakan minggu depan sudah P21 dan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung. Dari handphonenya terungkap Ongen juga beternak sejumlah akun twitter lain yang ia kendalikan. Akun-akun tersebut yang biasanya bersahut-sahutan (baik kata maupun gambar) dengan akun @ypaonganan. Sementara dari laptopnya terungkap Ongen membuat gambar grafis dan meme bermuatan SARA yang hasilnya dipakai untuk memfitnah dan menebar kebencian.

Kamis malam, pihak keluarga Ongen yang dibantu pengacara dan teman-temannya mendatangi Mabes Polri untuk menyerahkan surat penangguhan penahanan. Pihak pengacara beralasan kasus serupa yang melibatkan pengurus Persija juga bisa ditangguhkan penahanan dan wajib lapor. Tapi polisi berkilah tak ada alasan kuat untuk memberi kesempatan Ongen pulang ke rumah. Selain tak ada urusan keluarga mendesak, juga karena tersangka bisa menghilangkan alat bukti.

Dalam pemeriksaan, Ongen mengakui seluruh aktivitasnya di twitter. Ongen sempat menangis dan menyesali perbuatannya, sembari berkali-kali menyebut kata maaf. Ongen sendiri mengutarakan rencananya akan membuat surat permintaan maaf.

 

Sumber: Facebook Dyah Kartika R

Sunday, December 20, 2015 - 08:15
Kategori Rubrik: