Sekelompok Manusia Murahan

Ilustrasi

Oleh : Tamara Zavieka Abdullah

Jangan berdebat dengan kaum yang bodoh, karena Imam Syafi'i sendiri berkata selalu kalah berdebat dengan mereka. Walau seluruh Imam besar tahu, bahwa secerdas dan setinggi apapun keilmuan seseorang, jika berdebat dengan Imam Syafi'i, rata-rata mereka terbungkam dan takjub dengan uraian sang Imam besar.

Karena harap maklum! Mereka kaum bodoh itu dengan segala kebebalannya sudah tak punya kesehatan akal. Kedangkalan pemahamannya telah membuat mereka sangat angkuh menerima kebenaran, karenanya kaum bodoh merasa paling benar sehingga susah di ajak bicara, logatnya selalu ngotot dan begitulah jejak rekam kehidupan sekelompok manusia murahan. Selain kelompoknya akan dihakimi sesat bahkan diberi garis final masuk neraka! Sedang mereka begitu yakin hingga berleha-beleha dengan perasaan paling suci akan mendiami sorga. Ini adalah fakta jenaka bagi manusia yang masih waras otaknya!

Buah simalakama, didebat tidak ada artinya, tidak didebat malah makin seenak udelnya! Dilema sih iya, namun apa boleh buat, demi penyelamatan generasi dan untuk menjaga kehormatan para Ulama di Negeri ini, para bebal harus dibungkam dengan berbagai cara, sehingga jera dan tidak segila itu dikemudian hari!

Bayangkan! Mereka yang hanya belajar sesaat dari buku-buku yang tak jelas sanadnya, memperdalam ilmu dari Yutub sambil mengunyah cemilan di atas dipan, membaca tulisan di google atau yang terpampang di dunia maya, dengan sebegitu mudahnya menjelek-jelekkan Ulama kita! Baca Qur'an saja belepotan, kok sebegitu pedenya mengumpat Ulama kita yang dari kecil nglesot di teras Kiyai untuk mengaji.

Ini tidak bisa didiamkan begitu saja! Kesabaran manusia awam seperti kita itu ada batasnya. Mulut-mulut kotor yang hobi menyebarkan kebencian, fitnah dan cacian harus dibungkam!

Tak perlu nunggu komando, karena ini bukan perang konvensional, tidak adu pisik, hanya adu muka tembok saja di dunia on-line. Siapa yang tembok dimukanya paling kuat, tentu dialah yang akan jadi pemenang saat jihad melawan pengumpat!

Yang tak punya muka, mending tidur aja! Gak usah ganggu kita-kita yang sedang mencoba berusaha mempersempit langkah para bebal yang hendak membuat kekisruhan di bumi Pancasila tercinta.

Apalagi yang Ngustadz-ngustadz yang suka ngrecoki niat kita untuk bergerak, plis diamlah, karena diammu akan mempercepat tumbangnya cuitan para kadal yang sedang melawan buaya!

Yang WARAS jangan NGALAH! Yang komentar SABAR suruh melek MBAH!!!!

✓#2019 SAVE ULAMA ASWAJA
✓#2019 SANTRI SANTRI NUSANTARA BERSATU MELAWAN KADAL DUNIA MAYA
✓#2019 MUKA TEMBOK MAJU DIGARDA PALING DEPAN UNTUK MEMBUNGKAM MEREKA

Sumber : Status Facebook Tamara Zavieka Abdullah

 

Tuesday, December 18, 2018 - 09:45
Kategori Rubrik: