Sejarah Bangsa

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Sebagai bangsa yang besar..., bangsa Indonesia sudah sepatutnya belajar dari sejarah.

Sejak jaman dahulu hingga kini..., sejarah panjang peradaban manusia adalah guru terbaik bagi kita semua untuk menyongsong masa depan.

"Mereka yang tidak dapat belajar dari sejarah..., akan dikutuk untuk mengulanginya...”, demikian kutipan bijak penulis legendaris Spanyol..., George Santayana.

Sejarah sudah sepatutnya dijadikan refleksi..., untuk dapat menghadapi masa depan.

Bagi kehidupan berbangsa dan bernegara..., hal ini sangatlah penting...; sebab apabila suatu bangsa dan negara hanyut..., terbuai oleh kemajuan jaman...; bukan tidak mungkin malah akan terjerembab..., mengulangi cerita kelam yang terekam dalam sejarah.

Dalam konteks berbangsa dan bernegara..., memetik pelajaran dari sejarah adalah suatu keharusan.

Bagaimana kita mempelajari bangsa bangsa terdahulu...; manisnya kejayaan..., sampai sejarah keruntuhan bangsa tersebut.

Di antara sejarah-sejarah itu..., perpecahan dan perang saudara adalah salah satu alasan keruntuhan yang paling pedih.

Kekacauan akibat perpecahan..., jauh lebih mematikan daripada invasi atau agresi militer.

Perpecahan itu jauh lebih berbahaya..., sebab ketika itu terjadi..., yang akan dilawan adalah saudara sebangsa.

Seperti yg dikatakan oleh Presiden Soekarno...: “Perang saudara itu sulit. Jikalau perang dengan Belanda jelas hidungnya beda dengan hidung kita..., perang dengan bangsa sendiri tidak. Hidung nya sama dengan hidung kita...”.

Di tengah kekacauan dan ancaman perpecahan..., stabilitas negara pasti akan terganggu.

Negara yang mengalami kekacauan stabilitas..., jika terus dibiarkan pasti akan mengalami disintegrasi.

Negara akan mengalami krisis..., hingga berujung jadi fail state (negara gagal)...; seperti negara-negara korban perang di Timur Tengah...; sebut saja...: Syria..., Irak..., atau sebagian kecil negara di Afrika.

Tentu kita ingat dengan kejayaan Uni Soviet..., sebagai negara yang besar.

Uni Soviet memiliki wilayah yang luas..., bahkan pada saat itu menjadi negara yang mampu menandingi kekuatan Amerika Serikat sebagai negara adidaya.

Namun ketika terjadi krisis serta ketidastabilan..., serta didukung pemberontakan dan upaya separatisme...; maka saat itu Uni Soviet pun runtuh.

Negara sekuat Uni Soviet bubar..., berganti menjadi...: Rusia.

Ukraina..., Belarus..., Lithuania..., Moldova..., Khazakstan..., Uzbekistan..., Tajikistan..., adalalah segelintir negara yang dulu merupakan bagian dari Uni Soviet.

Serupa dengan Soviet..., Yugoslavia juga bernasib tidak jauh berbeda..., ketika pemimpin kharismatik mereka Josip Broz Tito tidak lagi berkuasa.

Yugoslavia mulai kehilangan arah..., kemudian pecah perang etnik.

Bersamaan dengan itu..., Yugoslavia mengadapi krisis.

Banyak wilayah etnik yang memisahkan diri..., hingga akhirnya Yugoslavia resmi bubar..., terpecah menjadi beberapa negara..., seperti...: Albania...., Serbia..., Montenegro..., Bosnia & Herzegovina..., hingga Kroasia.

Pada dasarnya..., tidak akan ada negara manapun yang menghendaki terjadinya disintegrasi..., pelemahan stabilitas nasional..., huru hara..., hingga perang saudara.

Sebab pada akhirnya... rakyat lah yang akan menjadi korban.

Segenap tumpah darah yang hidup di bumi Indonesia..., akan menanggung derita apabila itu terjadi di negeri tercinta ini.

Bersatu teguh dalam Pancasila..., hidup rukun bergandeng tangan..., tidak peduli perbedaan Suku..., Ras..., Agama..., dan Golongan.

Mari bersama kita renungkan..., petiklah pelajaran dari sejarah.

Semoga negeri tercinta Indonesia..., selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Wednesday, July 8, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: