Sejarah Awal Istri Saya Tidak Berjilbab

ilustrasi

Oleh : Miftah

Sebenarnya istri saya sebelum menikah dengan saya dalam kesehariannya, jalan-jalan, wisata dll ke mana saja tak memakai jilbab.

Seiring waktu berlalu, saya bertemu dengan istri saya, pacaran setahun, dia pun mulai memakai jilbab hingga di atas pelaminan pun dia memakai jilbab karena menghargai saya sebagai seorang ustadz.

Hampir 3 tahun dia memakai jilbab, ke mana saja pakai jilbab, apalagi kuliah waktu di Unimed dahulu. Lalu saya berdiskusi dengan istri, seputar dia harus melepas jilbabnya demi menyelamatkan Indonesia dari pengaruh budaya Arab yang semakin mewabah.

Dia pun senang dan saya pun bahagia walaupun ada saja bullyan atau caci maki. Saya sempat berdebat yang alot dengan ibu kandung saya, hingga dia memandang istri saya dengan sinis padahal ibu saya itu sejak gadis hingga tahun 2000 an tidak berjilbab tapi karena virus dogma itu saya harus membela istri saya. Dia kuat saya pun mantap.

Lucunya lagi kawan kuliahnya yang akrab, saat istri tidak berjilbab lagi mulai menjauhinya, namun teman-temannya yang lain tidak mempermasalahkan itu. Hanya 1 atau 2 orang saja.

Saudara-saudara saya sendiri memang tidak membully tapi sering menyindir-nyindir istri saya. Tapi istri saya enjoy aja. Yang paling keras bullyan di facebook. Hingga mengatakan saya dan istri kafir, sesat, istri saya pun dibilang pelacur padahal banyak sekali pelacur dan perzinaan si cewek menggunakan jilbab.

Lambat laun bullyan itu hilang dan mereka yang membully itu lelah. Alasan bullyan begitu keras karena saya seorang ustadz, mungkin satu-satunya istri seorang ustadz di Sumut yang tak berjilbab. Mereka takut kalau cewek-cewek jadi tak berjilbab.

Dan benar saja, tahun 2017 saya buat tulisan jilbab tidak wajib, banyak perempuan yang mulai berani tidak berjilbab. Ada yang tadi mau berjilbab lalu tidak jadi. Ada yang menghina saya di facebook habis-habisan malah saya lihat sudah mulai tak berjilbab lagi.

Dulu memajang photo berjilbab, kini tidak lagi berjilbab. Saya rasa memang setiap wanita harus berani berjuang untuk tidak berjilbab. Jika ada bullyan itu hanya sesaat. Hadapi semua dengan santai.

Ribuan tahun wanita Indonesia tidak berjilbab, sejak zaman leluhur hingga 2016. Kita tidak anti jilbab tapi mempertahankan budaya Indonesia itu jauh lebih penting. Pendahulu kita, seperti ibu negara, mulai dari Ibu Tien Soeharto, Ibu Ainun Habibi, Istri Presiden Gusdur, Ibu Megawati, Ibu Iriana Jokowi mereka semua tidak berjilbab. Itu sebenarnya dicontohkan oleh mereka agar wanita Indonesia tetaplah wanita Indonesia dengan tiada berjilbab.

Mohon maaf komentar yang tidak baik dan mengarah bullyan akan dihapus.

#ustadzmiftahcool #inspirasi #Indonesia #jilbab #bhineka

Sumber : Status Facebook Miftah

Monday, January 20, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: