Sejarah Amien Rais dan Ahok

Oleh: Sunardian Wirodono

 

 Syahdan pada tahun 2006, Forum Demokrasi, sebuah lembaga nirlaba untuk mendorong tumbuhnya demokrasi, memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh daerah sebagai “Tokoh Demokrasi dan Reformasi”. Salah satu penerimanya Ahok, Bupati Belitung waktu itu.

Amien Rais sebagai Ketua Umum DPP PAN (setelah kalah dalam pilpres 2004 dan jadi pengangguran), menyematkan pin penghargaan itu pada Ahok, sembari mengatakan; “Saya titipkan perjuangan demokrasi reformasi Indonesia kepada kamu,…”

 

 

Arkian, sepuluh tahun kemudian, lantaran PAN mendukung Anies-Sandi, kompetitor Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, perseteruan terjadi antara Amien Rais dengan Ahok. Amien menjadi kritikus Ahok paling keras. Menurut Amien, Ahok tak pantas menjadi gubernur. Konon tak berkait SARA, Amien Rais bilang, "Kalau saya orang Jakarta, pasti akan turun gunung, sayang saya orang Yogyakarta."

Amien Rais memang menepati janji, tidak turun gunung. Sebagai warga Yogyakarta, Amien memilih rajin turun ke jalan. Bahkan bergabung dengan Rizieq Shihab Fans Club. Ikut berorasi dalam demo-demo berseri angka-angka ajib itu.

Amien Rais memang dikenal konsisten. Konsisten selalu muncul menjelang Pemilu dengan pernyataan-pernyataan kontroversial. Amien pernah berjanji terdepan untuk meminta Prabowo harus bertanggung jawab dalam kasus 1998. Tapi janji tinggal janji. Bahkan ujug-ujug justeru mendukung pencapresan Prabowo pada 2014 karena berpasangan dengan Hatta Radjasa. Dan pilpres itu dimenangkan Jokowi. Itu bikin Amien tentu juengkel.

Amien pernah pula menantang bongkar-bongkaran soal pernyataannya atas Prabowo, yang bertolak belakang dengan yang pernah diucapkan pada September 1998. Jika dia salah, dia janji akan jalan kaki Yogyakarta-Jakarta PP.

Amien menyangkal pernah menyatakan Prabowo harus di-mahmil-kan. Dia bahkan menantang orang yang menudingnya agar memperlihatkan kliping koran, rekaman radio atau televisi, yang memuat pernyataan Prabowo harus di-mahmil-kan itu.

Amien tak menyangka, kliping koran itu memang ada, bahkan headline koran kebanggaannya, Republika, edisi 11 September 1998, dengan judul: “Amien Rais: Prabowo Harus Dimahmilkan.” Sebetulnya, semua koran, termasuk Kompas pada tanggal sama, memuat berita itu. Amien Rais ternyata tidak amanah dan tak menunjukkan jiwa sebagai rais. Ia tak menepati sesumbarnya, jalan kaki Yogya-Jakarta PP.

Tapi kenapa Amien benci banget pada Ahok? Mungkin karena jawaban selengekan Ahok atas kritik Amien Rais, soal Ahok tak pantas jadi gubernur dan tidak ngerti demokrasi. Ahok waktu itu bilang ke media, “… saya dikasih dari dia pin itu (tokoh demokrasi dan reformasi), mungkin dia sudah tua, jadi pikun 'kali,…"

 

(Sumber: Facebook Sunardian W)

Tuesday, July 25, 2017 - 17:15
Kategori Rubrik: