Sehatkah Prabowo?

Ilustrasi

Oleh : Guntur Wahyu N

Mengutip Tirto.id, luas area Monas diperkirakan 180 ribu (dibulatkan) meter persegi. Apabila setiap meter persegi diisi oleh 4 orang maka, maksimal jumlah peserta reuni ialah 720 ribu orang. Beberapa netizen juga menyodorkan data yang kurang lebih sama dengan kesimpulan jumlah massa yang berkumpul kurang dari satu juta.

Informasi mengenai luas area monas dan sekitarnya bisa didapatkan dengan mudah. Dan dengan melakukan simulasi serta hitungan matematika sederhana, kita bisa memperoleh angka dari yang terendah, sedang maupun tertinggi. Angka yang keluar adalah angka yang obyektif. Setiap orang bisa melakukan verifikasi data. Apakah Prabowo dan timnya tidak mengetahui hal itu ? Jelas mereka tahu. Namun mereka sengaja mengabaikan hal itu dan memilih bermain di tingkat persepsi dengan membuat klaim-klaim angka yang bombastis dan saling mendukung.

3, 7, 10 dan 11 juta adalah jumlah massa yang diklaim datang. Klaim tersebut jelas tak berdasar dan tidak bisa dibuktikan. Boleh jadi apabila publik meminta Prabowo untuk membuktikan klaimnya, Prabowo akan menayangkan foto dan video massa reuni dan menyuruh penanya untuk menghitung satu per satu. Meskipun terlihat sangat konyol tapi bisa saja itu yang terjadi.

Mempermainkan persepsi dan menggiring opini masyarakat dengan retorika yang meletup-letup jelas menjadi sasaran empuk media untuk dijadikan sebagai berita. Data dan fakta obyektif dianggap hanya menenggelamkan retorika yang sedang dibangun. Maka penting supaya pendukungnya maupun publik dibuat hanya fokus pada dirinya dan mempercayai apa saja yang diucapkannya serta mengabaikan data dan fakta obyektif yg jelas dan gamblang.

Orang yang membuat atau mempercayai klaim kemudian tetap bertahan dengan klaim itu meskipun terbukti salah dan berlawanan dengan akal sehat pada dasarnya adalah orang yang sakit. Publik tidak boleh memaklumi ucapan ngawur seorang figur publik dan membiarkannya berlalu tanpa konsekuensi apalagi ucapan tersebut dilontarkan untuk membuat publik mempercayai dan meyakini dirinya berbicara dengan jujur.

Kita sedang dihadapkan pada sebuah skenario kegilaan yang menggiring publik untuk lebih mempercayai opini yang kuat, ungkapan emosional yang ekspresif dan meledak-ledak sebagai kebenaran daripada data dan fakta obyektif. Dan dengan klaim 11 jutanya, Prabowo memilih untuk berada dalam satu barisan demagogis dan menyingkirkan kebenaran obyektif demi mencapai ambisi politiknya. Dan kita layak bertanya, sehatkah Prabowo ?

Sumber : Status Facebook Guntur Wahyu Nugroho

Thursday, December 6, 2018 - 19:00
Kategori Rubrik: