Sedekah Laut

ilustrasi

Oleh : Suratno Muchoeri

Sblm wabah Corona, sy sempat diminta jd narasumber diskusi mahasiswa ttg tradisi sedekah laut. Kbtln sy aslinya anak-pantai (kyk lagu; anak pantaii, suka damai..hehe) so i enjoyed much with proposed topic hehe. Wkt kecil dulu di Cilacap sy jg bbrp kali lihat Larung, festival sedekat laut. Ini point2 ceramah sy. It might be one of your interests.

--Air sbg sumber kehidupan. Manusia takjub pd laut, sungai, danau dll (ada manfaat tapi jg ada bahaya)

-Secara historis, Herodotus pengelana Yunani abad 5-SM melihat orang Mesir cinta dgn sungai Nil, orang Babilonia dgn ombak laut Macedonia. Ples orang india dgn sungai Gangga, Yamuna dll.

-Peter Berger dlm buku The Social Reality of Religion (1969) bilang manusia itu makhluk religius jd terdorong utk menciptakan makna dari simbol2 suci (Sacred-Canopy). Antropolog C. Geertz, M. Eliade, Victor Turner dll bilang agama sbg pencarian makna terselubung dalam simbol2.

-Simbol & makna dlm sedekah laut di Jawa; telor simbol wiji-dadi (benih), cabe-merah simbol kebulatan-tekad, ingkung itu njungkung atau manekung yakni bersujud/muhasabah, gunungan-tumpeng simbol tauhid/menuju puncak yg esa, kacang-panjang sblm bertindak hrs berpikir panjang, kangkung biar jd linangkung atau dermawan dll.

-Sedekah laut sbg media "komunikasi" dgn alam/laut yg punya potensi manfaat tp sklgs jg bahaya (keseimbangan tatanan sosial). Serupa dgn para pedagang-pasar "negosiasi" dgn para preman biar barang-dagangan tdk dirusak. Bedanya ini alam (supranatural). Sedekah laut jg ada integrasi di antara sesama nelayan dan masy pesisir lainnya (ada kesepakatan2 sosial)

-Sedekah laut itu bentuk enkulturasi bukan sinkretisme. Sblm agama Islam datang di Indonesia, sudah ada tradisi sedekah laut. Lalu dimasukkan nilai2 agama dlm budaya melalui doa2 cara Islam dll. Jadi sedekah laut bukan sinkretis atas 2 hal yg bertentangan lalu muncul budaya baru.

-Bbrp tokoh agama mnjlskn bhw sedekah laut sbg perayaan/rasa syukur. Dlm Islam ada walimatun-nikah stlh akad. Hukum walimah itu sunnah-muakkadah. Hadis Bukhori dlm kitab al-bayan walimah hadis no 825 dan nikah no 4756. "Nabi SAW minta Abdurrahman bin Auf/sahabat utk walimah meski cuma motong seekor kambing". Selain sbg bentuk syukur juga ada integrasi sosial: krn siapapun tanpa pandang-bulu boleh ikut walimah.

-Tentu jg sedekah-laut punya nilai-ekonomis, krn dibbrp tempat festival-nya mjd obyek wisata-budaya yg menarik bnyk turis, baik domestik maupun mancanegara.

Smg manfangat & berkah. Danke

Sumber : Status facebook Suratno Muchoeri

Tuesday, July 7, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: