Sedekah Kata-Kata

Oleh: Satria Dharma
Belakangan ini saya semakin sering bersedekah kata-kata. Bersedekah kata-kata adalah istilah yang saya gunakan untuk menyatakan memberi kata pengantar atau endorsement bagi buku yang ditulis oleh orang lain. Kadang-kadang orang minta kata pengantar atau endorsement bagi buku yang ditulisnya. Belakangan ini semakin banyak orang yang menulis dan semakin banyak orang yang minta kata pengantar dari saya. Mayoritas dari kalangan guru. And I feel honored to do it.
Biasanya orang yang dimintai kata pengantar atau endorsement atas buku yang kita tulis adalah orang-orang yang berpengaruh, orang penting, atau orang yang kita anggap memiliki kapasitas tertentu yang akan membuat buku kita menjadi lebih tampak berbobot atau layak dibaca. Coba bayangkan jika buku yang kita tulis tentang Teknologi Informasi mendapatkan kata pengantar atau dukungan dari Mark Zuckerberg, atau novel yang Anda tulis dapat kata pujian dari J.K. Rowling, buku agama yang Anda tulis dikomentari oleh Buchori dan Muslim atau Ibnu Sina, umpamanya (kan cuma umpama…). Tentulah buku yang Anda tulis akan sangat jos gandoz.
 
Lalu mengapa orang-orang minta kata pengantar atau endorsement dari saya atas buku yang mereka tulis? Saya menduga bahwa mereka mungkin mengira saya orang yang penting, berpengaruh, atau punya kapasitas tertentu. Dugaan mereka itu mungkin ada salahnya (atau sebaiknya saya tulis mungkin ada benarnya?). Soal terkenal, jika Anda tanyakan nama saya pada teman-teman saya maka insya Allah mereka akan mengenal saya. Oh ya…! Saya kenal dengan Satria Dharma. Dia orang baik, dermawan, senyumnya menawan, pintar nggedabrus, istrinya cantik, anggota istikomah, dulu pernah satu pesawat dengan saya dari Surabaya ke Pekalongan, dll. Lain cerita jika Anda sebutkan nama saya pada orang yang tidak mengenal saya. Mungkin mereka akan mengira nama saya itu nama sebuah gedung pertemuan, perusahaan travel, atau armada otobis. Jadi soal terkenal atau tidak itu sungguh relatif. Tapi sungguh saya akan merasa sok hebat dan sok penting jika saya menolak permintaan mereka. Lha wong hanya dimintai sedekah kata-kata saja kok ya menolak…! Untuk menuliskan kata pengantar atau kata pujian saya mungkin hanya akan butuh waktu sekitar satu atau dua jam, baik untuk membaca naskah yang mereka tulis dan menuliskan apa kesan saya pada buku tersebut. Karena mereka sudah menganggap bahwa kata pengantar saya itu penting maka jelaslah saya tidak akan menghakimi tulisan atau naskah buku mereka dengan kejam dan tanpa perasaan. Saya tentu tidak akan mengatakan, “Your writing is a total nonsense. Saya jijay dan hampir muntah membacanya.” Tidak. Itu sungguh anjay dan akan menghancurkan hati mereka berkeping-keping. Sebaliknya, saya akan mencari hal-hal positip tentang tulisan mereka dan juga pribadi penulisnya. Ingat bahwa ini sedekah. Dan jika kita bersedekah maka sedekahkanlah yang baik-baik.
Saya selalu mendorong teman-teman guru untuk MULAI BELAJAR MENULIS. Saya katakan bahwa sekali dalam hidup Anda, Anda harus dapat menulis sebuah buku minimal sebuah memoar tentang kisah hidup Anda. Hidup Anda adalah sebuah bukti bahwa Anda memiliki kisah yang layak untuk diketahui dan dibaca oleh orang lain. Bahkan kisah hidup kita yang menyedihkan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.
Saya pernah menyampaikan pada teman-teman dosen bahwa sebaiknya semua mahasiswa didorong untuk menulis dan menghasilkan karya tulisnya sendiri sebelum mereka lulus dan menjadi sarjana, khususnya mereka yang belajar di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra. Saya pikir mungkin kewajiban menulis skripsi bisa diperluas dengan menulis karya tulis lain, selain karya tulis ilmiah macam skripsi yang semakin lama semakin kering dan tidak signifikan bagi siapa pun itu. Karya tulis non-skripsi seperti ini bagi saya jauh lebih bermakna ketimbang skripsi yang nantinya mungkin hanya akan mengisi rak atau gudang di jurusan dan tidak akan pernah dibaca oleh orang lain. Buku seperti ini memiliki jangkauan pembaca yang lebih luas dan lebih siginifikan untuk dijadikan pembahasan dan diskusi yang bermanfaat. Buku seperti ini akan lebih merangsang inisiatif dan memberikan inspirasi bagi banyak orang yang berkecimpung di bidang yang ditulis, dalam hal ini dunia pendidikan.
Selamat menginspirasi orang di sekitar Anda untuk mulai menulis.
Surabaya, 28 Mei 2017
Salam
(Sumber: Facebook Satria Dharma)
Thursday, September 24, 2020 - 19:00
Kategori Rubrik: