Sebuah Sekolah Negeri Di Tangsel Wajibkan Siswa Pakai Hijab

Ilustrasi

Oleh : Sely Martini

Ini contoh sekolah negeri yang memaksa siswanya pakai jilbab. Setiap siswa wajib tandatangan sebagai persetujuan di awal sebagai bagian dari peraturan sekolah. Jika melanggar mereka akan dikeluarkan.

Saya tahu bahwa setiap orang ingin berdakwah walaupun satu ayat. Tetapi jika dakwah menggunakan kekuasaan yang diamanahkan bukankah jadinya tidak adil? Karena memaksa apalagi ini sekolah negeri yang dibiayai bukan hanya pembayar pajak beragama Islam.

Pendidik harusnya menjadi teladan bahwa kita harus adil. Memaksa siswa perempuan berjilbab bukanlah cara tepat mengajak siswi menghargai tubuhnya dan ikhlas menjalankan agamanya.

Selalu saja tubuh perempuan jadi objek pengaturan. Dalam hal ini sekolah mewajibkan siswi muslim pada hari kamis dan jumat berjilbab. Pada dunia pendidikan yang harusnya memanusiakan saja tubuh perempuan jadi objek penguasaan.

Selalu saja dibuat contoh "mau makan lemper yang masih dibungkus atau yang sudah terbuka?" "Mau makan permen yang masih ada dalam bungkus atau yang terbuka?" Atuhlah... kalian lahir dari tubuh perempuan. Bukan dari lemper atau pun permen. Tubuh perempuan bukan benda mati yang seenaknya dinikmati.

Selalu saja dibuat contoh "kamu punya barang berharga tetapi pintu rumah ga dikunci dibiarkan terbuka. Kalau ada maling yang curi itu salahnya siapa? Yang punya rumah harusnya mengunci" helow... tubuh perempuan bukan barang. maling ya maling Pak. Mengambil yang bukan haknya adalah salah. Pikiran ini sama dengan menganggap korban yang salah. Yang salah itu ya malingnya.

Ayo ajari anak perempuan menjaga tubuhnya karena dialah yang berhak menentukan apapun atas tubuhnya. Ayo ajarkan lelakimu ( anak, ayah, suami, kakak, adik) untuk menghargai tubuh perempuan. Kita bukan benda. Kita sama-sama manusia.

Ini contoh sekolah di Tangsel yang memasukkan kewajiban menggunakan jilbab dalam aturan sekolah.

Please check

Sumber : Status Facebook Sely Martini

Saturday, July 28, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: