Error message

  • Notice: Undefined index: value in _metatag_token_process_metatag() (line 184 of /home/piyungan/public_html/sites/all/modules/metatag/metatag.tokens.inc).
  • Notice: Undefined index: value in _metatag_token_process_metatag() (line 184 of /home/piyungan/public_html/sites/all/modules/metatag/metatag.tokens.inc).
  • Notice: Undefined index: value in DrupalTextMetaTag->getValue() (line 486 of /home/piyungan/public_html/sites/all/modules/metatag/metatag.inc).
  • Notice: Undefined index: value in DrupalTextMetaTag->getValue() (line 486 of /home/piyungan/public_html/sites/all/modules/metatag/metatag.inc).

Sebenarnya Kamu Siapa?

Oleh: Eko Kuntadhi

 

Islam itu mengajarkan sikap bertanggubjawab. Kamu malah membanggakan orang yang kabur ketika terkena kasus hukum.

Islam itu mengajarkan menjaga akhlak, baik sendiri maupun di tengah keramaian. Kamu malah memuja-muja penceramah yang suka mencaci-maki. Bahkan kamu bela mati-matian orang yang terkena kasus cabul.

 

 

Islam itu mengajarkan pembicaraan yang benar. Menyampaikan berita yang sesuai fakta. Kamu malah hobi menyebar berita palsu dan hoax. Hari-harimu diisi dengan dendam kesumat.

Islam itu mengajarkan rahmatan lil alamin. Berkasih sayang kepada seluruh alam. Kamu malah sebarkan kebencian pada semua yang berbeda denganmu.

Islam itu mengajarkan kewajiban sosial mensholatkan jenazah. Kamu malah menolak sholat jenazah saudaramu yang muslim.

Islam itu mengajarkan menghormati rumah ibadah lain. Bahkan dalam perang Kanjeng Nabi melarang pasukannya merusak rumah-rumah ibadah. Kamu malah hobi memberangus tempat-tempat ibadah agama lain.

Islam itu mengajarkan jangan menjual murah ayat Al Quran demi kepentinganmu. Kamu malah paling hobi gunakan kutipan ayat Al Quran untuk kampanye politik.

Islam itu mengajarkan untuk menjaga hak tetangga dari kekotoran lidahmu dan perilakumu. Kamu malah paling sering menghardik teman dan tetangga yang tidak sepaham denganmu.

Islam itu mengajarkan kerendahan hati. Kamu malah sering merasa mentang-mentang ketika menjadi mayoritas.

Islam ini mengajarkan sikap yang tidak rasis. Sebab Nabi berucap, di hadapan Allah tidak ada bedanya budak kulit hitam maupun saudagar Arab. Kamu malah sering menghina orang karena warna kulit dan bentuk matanya.

Tapi kamu mengaku paling islami. Mengaku sedang berjuang untuk agama.

Sebenarnya kamu berjuang untuk agama, atau sedang menunggangi agama untuk kepentinganmu sendiri?

Ngaku aja, deh. Sebenarnya kamu ini siapa?

Tetiba ada telepon masuk. "Hallo. Hallo. Kamu lagi dimana? Sama siapa? Kok jawab teleponnya lama..."

Caelah, baru juga nyantai...

 

(Sumber: Facebook Eko KUntadhi)

Friday, March 2, 2018 - 23:15
Kategori Rubrik: