Sebelum Pilpres, Mereka Tahu Bahwa Mereka Kalah

ilustrasi

Oleh : Munawar Khalil

Sebenarnya, tugas kita adalah menunggu hasil rekapitulasi dan penetapan.

Karena itu penting, walau dari data QC dan RC KPU yakin menang, tapi siapa tahu hasil rekapitulasi berbalik arah malah tetangga sebelah yang menang.

Ya, sudah kita hargai siapapun pemimpin terpilih dan taati pastinya. Karena tentu menghabiskan waktu dan tenaga menolak hasil lembaga resmi, sebab kita punya tugas-tugas pokok lain yang lebih substantif.

Sayangnya belum apa-apa, beliau sudah down, patah di tengah jalan. Tujuannya ya karena setelah semakin dihitung semakin terlihat kekalahan, maka tiada kata lain lebih baik terlebih dahulu mendelegitimasi hasilnya.

Kalo analisa saya, beliau ini sudah sejak awal sebenarnya tahu bakal kalah. Disamping lembaga-lembaga survey sudah duluan mempublish hasil, internal beliau juga pasti ada lembaga survey yang jujur melaporkan hasil surveynya yang memang kalah.

Makanya sebelum pilpres itu saja sudah masif hembusan isu curang, bahkan people power. Sehingga di otak netizen tetangga sebelah itu sudah tertanam kata, curang, curang, dan curang, lalu menafikan data yang ada.

Analisa berikut bisa dilihat adalah kemana dukungan pengusaha-pengusaha besar dan top, hampir jarang ada yang ke tetangga sebelah.

Karena apa. Pengusaha-pengusaha itu pasti sedari awal sudah melakukan survey pilpres untuk kepentingan usahanya, memastikan bakal dengan siapa nanti mereka bekerjasama untuk melancarkan usahanya dan bersama membangun negeri ini ketika pemerintahan berjalan dalam lima tahun kedepan. Rata-rata lembaga survey mereka ini independen dan valid mengeluarkan hasil.

Itu rasanya alasan dasar yang membuat beliau panik dan selalu marah-marah sebelum, selama, dan sesudah pilpres ini. Ditambah lagi kemungkinan logistik tidak sanggup menyamai kekuatan petahana, sedangkan pasukan turbo partai pengusung tidak mau tahu kondisi logistik mereka yang sudah tipis setipis ATM karena mereka lebih cenderung giat bekerja untuk kepentingan partai dan calegnya, sampai-sampai membuat bandar sempat jatuh sakit 

Analisa di atas bisa dilihat dari fakta raihan suara pileg partai yang tetap konsisten. Karena di daerah hampir tidak terlihat caleg melakukan advertising untuk capresnya, tapi lebih berfokus menyelamatkan dan memperjuangkan diri pribadinya sendiri untuk tembus di legislatif.

Parahnya, rata-rata yang mensupport kekuatan beliau berasal dari kelompok yang tidak biasa memegang data ilmiah dan hanya berputar pada retorika-retorika permukaan saja, termasuk kumpulan do'a-do'a syahdu dari beberapa agamawan yang sempat membuat beliau terisak dengan lirih walau faktanya do'a dan harapan tersebut kandas tak terkabulkan oleh sang 'ahkim almalikia.

Sumber : Status Facebook Munawar Khalil

Friday, May 17, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: