Seandainya

ilustrasi

Oleh : Eddy Pranajaya

Sepanjang sejarah peradaban manusia, belum pernah ada yang namanya damai ; dimana tidak ada perang, tidak ada kebencian, tidak ada fitnah, tidak ada pencurian, tidak ada perampokan, tidak ada pelacuran, tidak ada perjudian, tidak ada kebohongan dalam nama agama, pokoknya tidak ada yang namanya manusia saling bersaing dan saling berebut satu dengan lainnya.

Apa penyebab utama terjadinya perang, perampokan, pencurian, pelacuran, perjudian, perdagangan narkoba, sampai bisnis kebohongan jualan "tuhan" berbonus hadiah surga ?

Untuk apa beberapa manusia sibuk berdandan layaknya orang suci, lalu berusaha menempatkan diri mereka sebagai pengajar terhormat bagi sesamanya ?

Untuk tujuan apa pula manusia berbondong bondong saling sikut sikutan, saling cakar cakaran, saling bunuh, saling berlomba dahulu mendahului menggapai "tuhan" ?

Untuk tujuan apa bangsa-bangsa sibuk menjajah dan berperang dengan bangsa lainnya ?

Untuk tujuan apa seorang manusia rela mengeluarkan uang dalam jumlah fantastis demi menduduki sebuah jabatan didalam pemerintahan ?

Bukankah semua tindakan yang dilakukan oleh manusia itu untuk tujuan mencari dan menumpuk UANG sebanyak banyaknya untuk dirinya masing-masing ?

Bukankah segala tindakan manusia dalam jerih payahnya, dalam kelicikannya, hanya untuk mendapatkan sebanyak banyaknya lembaran-lembaran kertas yang disebut UANG ?

Seandainya didalam dunia manusia ini tidak ada barang berharga yang disebut UANG ; mungkinkah akan muncul segala KEPALSUAN dan KEKEJIAN ini ?

Seandainya para pengajar tentang tuhan itu tidak bertujuan untuk mendapatkan UANG secara mudah tanpa perlu bekerja keras membanting tulang dan memeras kecerdasan, untuk apa mereka harus berdandan layaknya orang suci, serta membangun "rumah tuhan" semegah megahnya agar dapat menampung sebanyak banyaknya pengikut ?

Seandainya pada jaman dahulu kala manusia tidak menciptakan sebuah benda dari kertas atau logam yang dinamakan UANG, barangkali manusia jaman sekarang tidak akan jadi lebih buas daripada binatang buas yang paling buas sekalipun, bukan ?

Seandainya ... seandainya ... seandainya ... memang hanya sebatas seandainya saja yang bisa muncul dari dalam diri, menyikapi kenyataan yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terus terjadi, didalam alur kehidupan manusia ini.

Karena memang UANG sudah terlanjur melekat erat tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Hanya KESADARAN yang bisa membedakan mana yang kita pilih : Hidup untuk uang ... atau uang untuk hidup ...

Rahayu

Sumber : Status facebook Eddy Pranajaya

Tuesday, June 30, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: