Seandainya Saya Jadi Konsultan Politik Capres No 2

Ilustrasi

Oleh : Winata Ali

Saya tak akan biarkan tuduhan La Nyalla bahwa capres no 2 tak pernah sholat Jumat. Ini bukan isue remeh temeh. Ini isue sensitif. Lihat tuh kita dipermalukan oleh para kecebong yang siang ini rame rame dan kompak nulis status "Prabowo sholat Jumat dimana?"

Isue itu sangat liar, beredar luas dan viral tanpa bisa dicegah. Banyak massa mengambang yang semula belum menentukan pilihannya, saat mendengar isue ini mendadak jadi resisten kepada Prabowo. Mereka ragu kenapa capres yang direkomendasikan melalui Ijtima ulama koq justru kadar keIslamannya meragukan begini.

Seandainya saya jadi konsultan politiknya capres no 2, segera saya atasi isue liar ini dengan meminta Prabowo mengikuti sholat Jumat. Tentu saja harus ditraining terlebih dahulu tentang cara berwudhu, urutan sholat, jumlah rakaat dll. Ingat, segala gerak gerik Prabowo sekarang jadi perhatian publik. Salah menaruh sepatupun akan membuat publik heboh. Kita punya ustadz ustadz papan atas seperti Tengku Zulkarnain atau Bahar Bin Smith, yang bisa diundang secara khusus untuk memberikan les private kepada Prabowo tentang tata cara melakukan sholat.

Jangan pernah menganggap isue tentang Prabowo tak pernah sholat Jumat ini sebagai hal yang remeh. Harus segera dipatahkan. Ajarkan, jadwalkan, laksanakan, publikasikan. Kita bungkam para cebong yang suka nyinyir itu, dengan fakta bahwa akhirnya Prabowo pernah sholat Jumat juga.

Salam 2 Jari
Jadi Capres negara muslim terbesar di muka bumi, sudah seharusnya bisa mengucap nama Allah SWT, menyebut nama Nabi Muhammad SAW, bisa sholawatan, bisa berwudhu, sholat 5 waktu, rajin sholat Jumat dll. Apalagi menyandang label sbg capres rekomendasi ulama.

Menang kalah urusan nanti.
Itu kehendak Allah SWT.

Sumber : Status Facebook Winata Ali

Saturday, December 15, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: