Seandainya Saya Dokter Terawan

ilustrasi
Oleh : Fadly Abu Zayyan
 
Kemarin, aksi Najwa Shihab yang melakukan wawancara dengan kursi kosong telah menjadi viral. Meskipun sebenarnya aksi seperti itu telah beberapa kali dilakukan oleh jurnalis luar negeri seperti Leigh Sales dari ABC, Andre Neil BBC dan juga Kay Burley dari Sky News.
Acara Mata Najwa kali ini menjadi kebih unik karena yang seharusnya menjadi narasumber adalah Menteri Kesehatan yang diundang untuk kesekian kali oleh Najwa namun tidak pernah datang.
Berikut ini adalah aksi monolog balasan (imajiner) seandainya saya adalah Menteri Kesehatan, Dokter Terawan:
"Mbak Najwa, apakah anda pikir pernyataan Bapak Presiden di sebuah Forum Global dua tahun lalu bahwa Thanos memiliki agenda mengurangi separuh populasi manusia di bumi adalah bercanda? Sampai kemudian beliau juga mengatakan Winter is Coming dan kita harus bersiap dengan keadaan tak terduga."
"Tahukah anda tentang Perang Asimetris? Yaitu serangan berupa perusakan kondisi sosial, ekonomi dan budaya serta politik yang tidak menggunakan senjata fisik, melainkan dengan strategi yang di luar kewajaran. Dalam perang ini, "senjata" yang digunakan bisa bermacam-macam. Diantaranya adalah Paham Radikal yang melahirkan berbagai Aksi Terorisme. Senjata Biologi yang mampu menjelma menjadi Wabah. Bahkan juga berupa Rekayasa Teknologi yang mampu menciptakan Bencana Alam."
"Termasuk misalnya, kenapa di Amerika Serikat, RUU tentang penanganan Covid ini sudah diusulkan sejak setahun sebelum terjadi Pandemik? Dan juga kenapa negara kita masuk dalam daftar "Travel Advice" mereka? Serta di situ disebutkan adanya potensi bahaya Covid-19 dan Aksi Teror yang akhirnya benar terjadi bukan? Sebuah kebetulan kah? Silahkan dibaca di laman resminya."
"Itulah kenapa saya cukup memahami pilihan Pak Presiden yang mengangkat saya sebagai Menteri Kesehatan dan juga Pak Fachrul Rozi sebagai Menteri Agama dari latar belakang tentara karena kita sedang dalam situasi ini."
"Belum lagi tentang posisi kita sebagai 'Tuan Rumah Lithium" yang akan menggantikan Minyak Bumi. Ini diduga kuat ada kaitannya dengan berbagai fenomena global akhir-akhir ini yang pastinya kita juga terkena imbasnya."
"Tapi apakah saya harus mengungkap semua ini ke hadapan publik demi rating sebuah acara? Atau bahkan untuk Keterbukaan Informasi? Ini adalah kondisi yang ekstra ordinary Mbak Najwa. Kadang dibutuhkan strategi yang cair (berubah-ubah) dan sulit dipetakan untuk menghindari intervensi merusak dari pihak-pihak yang memiliki niat tidak baik terhadap kita."
"Dan juga yang tidak kalah penting adalah, terciptanya sebuah Titik Equilibrium atau keseimbangan di tengah masyarakat. Yaitu tetap menjaga kewaspadaan namun jangan sampai menimbulkan kepanikan. Itulah kenapa tidak semua informasi bisa disajikan di hadapan publik."
*FAZ*
 
Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan
Thursday, October 1, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: