Sayyid Bahar Bin Smith Disidik Oleh Kepolisian Atas Ujaran Kebencian

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Bin Smith adalah salah satu fam yang masuk dalam Alawiyin, para keturunan Nabi dari cucunya Husein, yang bermigrasi dari Hadramaut ke Indonesia. Yang laki2 diberi sebutan Sayid. Sedangkan keturunan Hasan, diberi sebutan Syarif (banyak bermukim di Jordania dan Afrika Barat/Utara)

(Beberapa fam keturunan Nabi yang besar jumlahnya di Indonesia: Assegaf, Alaydrus, Alatas/Al Atas, Shihab, Musawa, Bin Yahya dan Bin Smith)

Saya paham kenapa Sayid Bahar pengen dipanggil Habib. Ada dugaan, dalam 10 tahun trakhir ini banyak warga bangsa yang takzim dengan siapa saja dan apapun yang dikatakan oleh seorang habib. Tanpa reserve atau kekritisan

Seperti yang pernah dikatakan oleh Sayid Zen Umar Bin Smith, ketua Rabithah Alawiyah (organisasi yang menaungi para keturunan Nabi di Indonesia), yang jg paman dari Bahar Bin Smith, bahwa seorang Habib pasti seorang Sayid, tapi tak bisa sebaliknya.

Menggelari seorang Sayid dengan HABIB membutuhkan pengakuan dari para pemuka agama untuk keilmuan, kebijaksanaan dan kesantunannya. Dan tentu saja pengakuan dari para Alawiyin sendiri. Jadi bukan dirinya sendiri yang menggelari

Bahkan Alwi Shihab dan Quraih Shihab tidak bersedia digelari Habib atau memakai gelar Sayid-nya. Padahal mereka berhak. Semata karena tanggung jawabnya memang berat.

Tentu saja..
Yang dilakukan Bahar Bin Smith dalam ceramah2nya sangat jauh dari perilaku seorang Habib. Entahlah apa ia layak menggelari dirinya HABIB

"Kalo yg lagi lari ke Saudi, Mar?"

Oo kalo itu Nganu..ngga berani jawab.. hhe

**

Terlepas dari itu semua..
Sebagai muslim yang mengikuti Rasulullah, semua manusia sama, trmasuk para keturunan Nabi. Yang membedakan hanya iman dan takwa

Yang tentu saja adalah urusan langit..

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Friday, November 30, 2018 - 11:45
Kategori Rubrik: