Saya Sayang Pak Kivlan

Oleh: Denny Siregar
 

Setelah tulisan saya tentang mati ketawa ala pak kivlan dan dibalas oleh pak kivlan sendiri, entah sudah berapa media online yg mengangkat berita itu dan entah berapa inbox yg saya terima....

Saya menjadi "enemy no 1" karena memyinggung peran seorang Jenderal yang dianggap sudah berbuat banyak untuk negara ini. Apalagi - katanya - pak Kivlan sudah berjasa besar membebaskan 10 sandera dari gerilyawan abu sayyaf. Gerilyawan ? Setahu saya mereka teroris, sejak kapan mereka tiba2 dipakaikan baju gerilyawan...

Saya tidak perlu meng-konfrontasi bukti pertemuan pak Kivlan dgn almarhum Gus Dur masalah Mayjen Kunyuk itu, karena pada situasi itu ada 2 sudut pandang berbeda yaitu sudut pandang org2 Gus Dur dan sudut pandang pak Kivlan sendiri. Semua memegang kebenaran versinya, jadi untuk apa di debatkan ?

Toh, orangtua saya juga mengajarkan, "Nak,, seandainya kamu tidak bersalah kenapa mesti meributkan tudingan orang kepadamu ?'

Saya juga tidak akan pernah meng-konfrontasi bukti bahwa umpan isu PKI yg dimakan pak Kivlan berasal dari strategi intelijen. Lagian namanya operasi intelijen pake bukti bukan intelijen namanya, tapi intel inside...

Saya sebenarnya membuka ianalisa itu karena sayang pada pak Kivlan...

Betapa mudahnya menggiring pak Kivlan masuk jebakan dengan tehnik dis-informasi, atau pemberian informasi seolah2 informasi itu benar padahal sejatinya bukan. Secara akal sehat, siapapun yg waras pasti akan ketawa keras tentang isu 15 juta anggota PKI gaya baru itu dan kantor pusat PKI yg ternyata gedung kosong.

Dan pak Kivlan terjebak dengan sukses...

Kenapa bisa begitu ? Karena nafsu besar yang membuat rasionalitas berkurang. Bagi mereka yg bernafsu besar, baper adalah sebagian daripada iman. Sensi adalah keyakinan yg tertukar.

Pak Kivlan harus hati2 dengan orang2 di ring 1 bapak, karena penghianat biasanya adalah orang terdekat. Mereka memasok informasi yg salah, menunggangi, memakai tangan bapak untuk kepentingan. Jadi apa yg saya tulis dalam mati ketawa itu sebenarnya adalah peringatan utk bapak, itu juga kalau bapak masih mau mendengar saran dari anak kemaren sore menjelang malam yg kerjanya ongkang2 kaki sambil seruput kopi..

Itu karena saya sayang sama bapak...

Seharusnya pada usia sekarang ini, seusia almarhum bapak saya, bapak sudah harus banyak berfikir untuk menjelajahi diri sendiri atau kembali kepada fitrah sebagai manusia daripada sibuk memuaskam nafsu sendiri...

Jadi tidak perlu lagi konfrontasi dengan bensin2 yg disiramkan oleh media dan orang2 yang pura2 mendukung tetapi niatnya hanya ingin berlindung di balik nama bapak untuk kepentingan mereka...

Semoga pak Kivlan mau membaca surat ini...

Sudah siang. Saya sekarang sedang seruput kopi lagi habis pulang dari HKBP menerima baptisan karena saya mendadak menjadi Kristen karena memberikan saran. Saya sendiri tidak menerima tudingan itu dan rencana akan menuntut yg membuat berita itu... Bukan apa2, tetapi karna saya bukan jemaat HKBP, pak... saya di GKJW...

Saya bukan orang batak sebenarnya.. saya madura totok.. Nama saya aslinya Denny sudenny siregar tak iye....

Seruput dulu, pak...

(Sumber: dennysiregar.com)

Monday, June 6, 2016 - 21:00
Kategori Rubrik: