Saya Muslim

Oleh: De Fatah
Saya ini muslim, tapi saya gak benci Yahudi. Gak ada alasan benci Yahudi. Saya juga gak setuju dengan kelakuan Israel menduduki Palestina. Tapi, itu bukan berarti saya harus membenci Yahudi.
Israel dan Yahudi itu hal yang berbeda. Israel adalah negara, ada pemerintahan dan ada parlemen. Semua kebijakan luar negeri Israel diputuskan oleh mereka. Banyak juga rakyat Israel yang gak setuju dengan kebijakan pemerintah mereka.
 
 
Sedangkan Yahudi itu ada 2 sisi, yaitu etnis dan agama. Tidak semua etnis Yahudi beragama Yahudi, ada juga beragama Islam. Tidak semua yang beragama Yahudi itu beretnis Yahudi, ada juga etnis Arab memilih beragama Yahudi, jadi ngapain benci yang gak beralasan.
Saya ini muslim, tapi saya tidak membenci Kristen, ngapain membenci Kristen. Banyak temen-temen Kristen yang baik. Ada juga gak baik, itu biasa. Manusia ada yang baik ada yang buruk, gak peduli agamanya apa, etnisnya apa. Di agama sendiri juga begitu, bahkan dengan saudara seiman saling bantai.
Banyak sekolah-sekolah Kristen yang bagus-bagus, dan semua orang boleh sekolah disana. Bukan hanya sekolah, banyak pula rumah sakit Kristen yang sangat baik, dan mereka menerima semua yang sakit tanpa bertanya apa agama mereka. Banyak juga, pejuang kemerdekaan beragama Kristen, tapi mereka gak menuntut mendirikan negara Kristen. Jadi ngapain benci gak ada alasan.
Begitu juga sikap saya terhadap agama Hindu, Budha atau Konghuchu, Agnostik bahkan Atheis. Ngapain benci? Gak ada alasan untuk membenci, kebencian akan membunuh nalar. Contohnya yang kemarin kalah pilpres, sampai sekarang masih ada yang benci "sakit" setengah mati sama Pak Jokowi.
Saya ini muslim, saya mengajak setiap orang berbagi ruang hidup. Kembali keajaran damai agama, dan meninggalkan warisan konfliknya. Tapi, muslim yang sejenis saya ini, sering diteriakin munafik, kafir, sesat, liberal dan sekuler. Paling ringan dido'akan dapat hidayah. Hahahahaaha.
Saya muslim dan saya yakin, jika ada saudara saya muslim yang hidup menjadi minoritas disuatu negara, maka mereka akan merasa aman jika pemeluk Kristen, Yahudi, Budha atau Konghuchu, sama berpikir seperti saya.
(Sumber: Facebook De fatah)
Saturday, July 11, 2020 - 22:15
Kategori Rubrik: