Saweran

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Gagasan Pak Prabowo membuka donasi harap dimengerti bukan untuk menarik dana dari rakyat Indonesia. Beliau sudah sangat kaya. Lebih dari mampu membiayai seluruh kampanye pemenangan beliau. Pak Prabowo tidak setega itu.

Penggalangan dana itu juga terkesan main-main. Emosi semata. Tidak ada penjelasan sekalipun, rekening itu atas nama lembaga apa. Bagaimana auditnya? Harap diingat, membuka rekening atas nama lembaga, kelengkapan dokumen legal adalah syarat mutlak. Sejauh ini, kita belum melihat sosok dokumen tersebut.

Ah yang penting rela nyumbang! Itu oke juga. Sama dengan perilaku kita terhadap pengemis kejam yang menarik belas kasihan dengan mempekerjakan anak kecil yang terus-terusan tidur karena dicecoki obat penenang. Kita sekedar menyumbang tanpa sengaja kita membiarkan kezaliman dan kekejaman. Maksudnya beramal tapi kita menyuburkan perilaku kriminal.

Loh, jadi nyumbang pak Prabowo kriminal? Tidak. Semuanya atas nama pilihan dan keyakinan kalian.

Yang saya ingin katakan, kenapa beliau bilang cukup uang 2 indomie atau sebungkus rokok cukup untuk mendanai kampanye beliau ?

Disitu titik beratnya yang harus dikaji mendalam. Bukan pak Prabowo namanya jika masih membebankan ambisi politiknya diatas penderitaan rakyat. Bukankah beliau dan Gerindra berulang kali dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, rakyat tambah susah? Susah segalanya seperti syair lagu ganti presiden. Sebagai negarawan, pak Prabowo tidak akan tega membuat rakyat menderita.

Jadi apa pesan dari penggalangan dana itu? Siapa sasaran tembak sebenarnya yang dibidik pak Prabowo?

Segenap kader Gerindra yang doyannya gratisan melulu dan mengerat kekayaan Pak Prabowo.Tapi kerjanya nol besar. Nalar pak Prabowo pastinya adalah kader Gerindra harus berada didepan membuat penggalangan dana efektif dan berskala nasional. Tapi sampai sekarang kok belum terlihat pantat-pantat kader gerindra beranjak dari kursi empuk.

Malahan yang terlihat muka senep menahan mules karena disuruh kerja dan kran duit dari Pak Prabowo mulai dikecilkan. Jadi gak heran jika banyak kader Gerindra yang sebar hoax supaya ada kontroversi dan lapor ke pimpinan bahwa mereka sudah kerja via medsos.

Seyakinnya saya percaya, Pak Prabowo gundah melihat kelakuan dodol para kader partai ciptaannya. Masak nyumbang 20 ribu aja nuntut jatah kursi?!

Sama gundahnya beliau melihat partai-partai yang mendukungnya , termasuk kompradornya PKS. Mereka cuma ndompleng ketenaran dan makanan dari beliau. Gak mau keluar duit. Maunya disuapin terus sama beliau. Kalau jatah kurang, ngambek deh sambil ngancem-ngancem cari calon lain.

Kelakuan ini ketara sekali karena upaya narik duit dari rakyat lewat jualan kaos, muk sama karet gelang, gagal total. Bagaimana rakyat beli gituan? Kan partai-partai itu bilang rakyat lagi susah?

Mana mampu rakyat kayak gini beli kaos dan sebagainya ? Ngarep disumbang malah iya..Betul tidak? Rakyat kita susah untuk nyumbang. Baru getol kalau disumbang dan dikasih amplopan.

Jadi seruan penggalangan dana dari pak Prabowo bukan untuk rakyat. Karena susah diharapkan hasilnya.

Seruan itu, lebih pada kemplangan keras tangan beliau ke kepala para kader Gerindra untuk keluar duit, kerja dan berhenti morotin.

Seruan itu juga toyoran keras telunjuk beliau kepada jidat partai-partai pendukungnya untuk berhenti jadi benalu. Heh.. gua gak butuh congorlu.. keluarin dompet lu..

Saya, secara rakyat, hanya bisa nyumbang doa.

Semoga pak Prabowo sehat selalu.

Silahkan like dan ketik amin. Tidak pake rais. Takut di Google keluar kata :

Setan lu..

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan
Sunday, June 24, 2018 - 14:15
Kategori Rubrik: