Saudi Dalam Pusara Kematian Jamal Kashogi

Ilustrasi

Oleh : Ismail Amin Pasannai

Jamal Khashoggi... jurnalis Arab Saudi yang karena kritikannya yang keras terhadap kebijakan Arab Saudi yang menyerang Yaman dan mengembargo Qatar dibungkam oleh rezim Saudi dengan cara dimutilasi dan potongan2 badannya dilarutkan di larutan zat asam untuk menghilangkan jejak...

Dia bukan ulama, apalagi Imam Besar.. hanya jurnalis, tapi punya keberanian untuk mengungkap kejahatan kemanusiaan Arab Saudi di Yaman... diduga, dia dibunuh karena telah mendapatkan bukti militer Arab Saudi menggunakan senjata kimia dalam agresinya ke Yaman, yang tinggal menunggu waktu dia melemparnya ke publik lewat jaringan2 media internasional yang dia punya...

Sang jurnalis, dibungkam karena terlalu banyak kritik dan terlalu lancang bicara...

Keterlibatan petinggi2 Arab Saudi dalam kasus pembunuhan Khashoggi membuka tabir gelap yang menyelimuti kerajaan despotik Arab Saudi... bahwa betapa mudah dan entengnya rezim Saudi menghabisi nyawa oposisi... meskipun sang oposan berada di luar negeri sekalipun...

Beruntung, rezim yg saat ini berkuasa di Indonesia tidak sebrutal Arab Saudi... jika Arab Saudi sampai perlu mengejar Khashoggi dan akhirnya menghabisinya di Turki dengan cara yang diluar nalar, pemerintah Indonesia tidak melakukan itu... sang oposan yg buron malah tetap mendapat pendampingan konsuleran dan mendapat haknya sebagai warga negara ketika ketiban 'masalah' di luar negeri...

'Ala kulli hal, apa yg hendak saya sampaikan di postingan ini?

Rezim Jokowi tidak seotoriter dan serepressif dari yg selama ini oposisi coba narasikan... ketika di Saudi bendera tauhid, jangankan berkibar, ditempel di dinding saja sudah bermasalah dengan hukum, di Indonesia, ribuan bendera tauhid berkibar dibiarkan tanpa larangan... ketika di Saudi, tdk sedikit ulama dipenjara bahkan dipenggal karena berseberangan dengan rezim, di bawah rezim Jokowi boro2 dipenggal, dipenjarakan pun belum ada... ketika di Saudi, oposan yang sedang kabur keluar negeripun tetap dikejar dan dihabisi, di Indonesia, oposan yang buron tetap bs leluasa berbicara dan menyampaikan pesan (baca: peringatan) pada pemerintah...

Karenanya, nikmat kebebasan apa yang kau dustakan? Mari cintai dan bangun negeri ini bersama2....

Sumber : Status Facebook Ismail Amin Pasannai

Thursday, November 15, 2018 - 08:15
Kategori Rubrik: